Nadira. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Balita di Donggala Yang Menderita Katarak

Donggala, Metrosulawesi.id – Nadira, bocah dua tahun yang fungsi penglihatannya terganggu dijadwalkan akan menjalani operasi pada Kamis 14 Januari 2021.

Kepastian waktu pelaksanaan operasi diperoleh Yeye, pendamping Nadira sekaligus koordinator donatur, Minggu (10/1).

“Jika tidak ada halangan Nadira akan dioperasi di RS Budi Agung, Kamis pagi 14 Januari. Sebelum melakukan operasi sesuai standar prokes covid Nadira harus jalani pemeriksaan sehari sebelum operasi  dilakukan. Hari Rabu diperiksa covid, jika hasilnya negatif, hari Kamis pagi Nadira akan dioperasi,” katanya.

Dia mengatakan saat ini kondisi kesehatan Nadira sangat baik. Hasil diagnosa dokter spesialis mata, Nadira mengalami katarak kongenital, artinya tingkat kesembuhan Nadira untuk melihat masih ada.

“Sedangkan menyangkut kesembuhan Nadira, keterangan dari dokter spesialis mata penglihatan nadira bisa disembuhkan, jika operasi sukses Nadira akan menggunakan kaca mata atau lensa mata,” jelasnya.

Sedangkan untuk biaya perawatan Nadira selama operasi ditanggung BPJS umum yang telah dilakukan pengurusan pada 17 Desember 2020.

“Kalau untuk biaya operasi menggunakan BPJS Umum, sudah kami urus tahun kemarin berdasarkan bantuan donatur, dana sekarang itu ada 7 juta lebih dari Sahabat Masjid Donggala, SMK I Peduli Nadira, dan Madika Bridal, yang ingin membantu kesembuhan Nadira. Kami masih membuka donasi,’’ sebutnya.

Diberitakan sebelumnya Nadira adalah korban gempa tsunami yang tinggal di huntara Blok H nomor 2. Balita mengalami gangguang penglihatan sejak usia lima bulan.

Awalnya Nadira bersama ibu dan bapaknya menetap di Kelurahan Tanjung  Batu, Kecamatan Banawa. Tetapi pada saat bencana alam 28 September 2018 rumahnya hancur, dan sekarang Nadira tinggal bersama tantenya di huntara blok H nomor 2.

“Waktu belum gempa anak ini (nadira) masih kecil baru 1 bulan tinggal di Tanjung Batu sama bapak dan mamanya.Ppas gempa rumah mereka hancur. Bapaknya Nadira ditangkap polisi karena kasus narkoba. Mamanya Nadira pergi juga. Karena tidak ada yang mengurusnya, saya langsung mengambil anak ini,’’ kata Citra, tante Nadira yang ditemui Jumat (27/11).

Sambil berlinang air mata Citra mengaku sedih melihat keponakannya yang sudah dianggap seperti anak sendiri tak bisa melihat sejak usia lima bulan.

Di tengah kehidupan ekonominya yang juga terseok-seok Citra bersama suaminya yang berprofesi sebagai nelayan berusaha mencari biaya kesembuhan untuk Nadira.

Nadira belum pernah bertemu mamanya.

“Belum pernah kasian Nadira ini ketemu mamanya. Informasi yang kami terima mamanya sudah di Kalimantan. Kalau papanya pernah ketemu dan sudah tahu kondisi anaknya tidak bisa melihat. Saya berasama suami yang kerjanya cuma nelayan dengan kehidupan ekonomi kami pas-pasan berusaha menyembuhkan Nadira,’’ kata Citra.

“Nadira sudah dua kali kami bawa ke rumah sakit di Palu. Pertama di RS Umum Anutapura dan Budi Agung. Itu pun yang antar ke rumah sakit dari dermawan, kami tidak punya BPJS apalagi KIS. Dokter yang memeriksa nadira di dua rumah sakit tersebut meminta agar dilakukan operasi mata agar Nadira bisa melihat kembali, operasi mata mahal pak, kami tidak punya biaya,’’ katanya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas