Home Palu

74 Siswa SMPN 14 Terima Dana PIP

10
FOTO BERSAMA - Anggota DPRD Kota Palu dari Fraksi PKS, Rusman Ramli, saat menyerahkan secara simbolis bantuan PIP kepada Kepala SMPN 14 Palu, Halina, di Palu, belum lama ini. (Foto: Ist)
  • Dana Aspirasi Anggota DPR RI Sakinah Al-Jufri

Palu, Metrosulawesi.id – Anggota DPRD Kota Palu, dari Fraksi PKS, Rusman Ramli, kembali menyalurkan bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang merupakan aspirasi dari Anggota DPR RI, Sakinah Al-Jufri. Kali ini PIP itu disalurkan kepada sejumlah siswa SMP Negeri 14 Palu belum lama ini. 

Rusman mengatakan, sebanyak 74 peserta didik SMPN 14 Palu menerima bantuan pendidikan itu, dan ini diperuntukkan bagi peserta didik yang kurang mampu.

“Program ini merupakan program pemerintah pusat yang disalurkan melalui jalur aspirasi anggota DPR RI. Dan sebenarnya program ini juga penyalurannya sudah sejak 2020, namun sempat terhambat karena libur Natal dan Tahun Baru,” jelas Rusman.

Kata Rusman, untuk saat ini di Palu sudah masuk pada penyaluran program PIP gelombang kedua. Di tahap kedua ini, terdapat 7 sekolah di  Palu yang menerima program tersebut, diantaranya SD Inpres 1 Talise, SD Inpres Bumi Sagu, SDN 22 Palu, SD Inpres LIK LAYANA,  SMPN 2 Palu, SMPN 14 Palu, dan  SMPN 15 Palu.

“PIP ini diperuntukkan kepada siswa SD, SMP, dan SMA sederajat, dalam bentuk uang tunai. Untuk SD besaran dananya Rp450 ribu, SMP Rp750 ribu, SMA dan SMK sederajat Rp1 juta, dibagi perorangan, penyalurannya melalui bank yang ditunjuk langsung Kemendikbud RI,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 14 Palu, Harlina mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan itu. Sebab masih ada yang peduli dengan kondisi peserta didik di masa pandemi, mengingat pandemi ini berdampak bagi kondisi ekonomi orang tua peserta didik.

“Sehubungan dengan bantuan tersebut, saya mengimbau orang tua agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik, berharap agar orang tua lebih mengutamakan keperluan belajar peserta didik di masa pandemi, terutama yang berhubungan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujarnya.

Apalagi kata Harlina, saat ini masih banyak peserta didik yang belum memiliki ponsel. Olehnya itu disarankan dana tersebut lebih diprioritaskan untuk membeli alat komunikasi yang sederhana, yang penting bisa digunakan untuk berkomunikasi. 

“Mengingat di masa PJJ ini yang paling penting adalah komunikasi dengan guru mengenai pembelajaran dan penugasan-penugasan. Itu sangat dibutuhkan saat ini, bagi yang sudah memiliki HP, saya berharap dananya digunakan untuk menambah uang dalam membeli paket data yang digunakan untuk belajar dan juga kebutuhan alat tulis, karena PJJ ini masih berlanjut,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas