Home Palu

Tantangan Mendidik Anak-anak Huntara di Masa Pandemi

9
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
  • Yaumil Masri, Founder Sikola Pomore

Palu, Metrosulawesi.id –  Seluruh aspek kehidupan terdampak negatif di masa pagebluk (epidemi/wabah) Covid-19. Pun halnya bidang pendidikan, pembelajaran normal atau tatap muka kini harus menjadi aktivitas yang “langka” untuk dilakukan. Pagebluk Covid-19 memaksa seluruh pengelola sekolah harus menggelar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pun online.

Seperti contoh Sikola Pomore, sekalipun bukan sekolah formal, dampak Covid-19 yang dialami sekolah mandiri ini begitu kuat. Digagas oleh pria asal Desa Dampal, Pantai Barat, Kabupaten Donggala, Yaumil Masri merasa gelisah bukan kepalang ketika siswa-siswi didikannya tak mendapatkan pendidikan yang optimal karena harus terus berada di rumah.

Hampir satu tahun lamanya pandemik Covid-19 menjadi teror di Indonesia, di waktu yang sama juga aktivitas belajar mengajarnya terhenti. Tak mau tinggal diam, awal November 2020 lalu, Yaumil berinisiatif menggerakkan kapasitas dirinya dengan menyuguhkan program “Belajar dari Huntara”.

November hingga Desember 2020, menjadi pilihan Yaumil sebagai masa uji coba kepeduliannya terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak. Melalui program “Belajar dari Huntara” yang dinahkodainya, kegiatan mengajarkan pendidikan bahasa Inggris, pengoperasian komputer dan story telling atau berdongeng dilaksanakan oleh Sikola Pomore.

“Nah bulan November sampai Desember lalu itu uji cobanya secara langsung, tetapi dengan tetap patuhi protokol kesehatan,” kata pria yang akrab disapa Kak Yoyo ini, di sebuah gerai kopi di Palu, Jumat, 8 Januari 2021.

Sikola Pomore menyuguhkan pembelajaran tiga bidang mulai dari dasar ilmunya, sebab sasaran utama kelompok usia Sikola Pomore sejak awal berdiri adalah 5-12 tahun atau kategori PAUD, TK, hinggaSD.

Tidak tanpa alasan Yaumil memilih huntara (hunian sementara) penyintas bencana 28 September 2018 sebagai lokasi implementasi programnya. Alasan utamanya memilih huntara karena untuk menyuguhkan metode pendidikan yang menghibur kepada anak-anak di tengah serba sulitnya kehidupan di masa pandemik, khususnya di huntara sejak tiga tahun lalu.

Di huntara ini, Kak Yoyo membuka ruang belajar di Gedung Serba Guna milik Huntara Lapangan Pacuan Kuda Bamba, Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaili, Kota Palu.

Dalam program ini, Sikola Pomore dibantu relawan pengajar hasil kolaborasi dari Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris Untad, Himpunan Mahasiswa Teknologi informatika STIMIK Bina Mulia Palu, serta Komunitas Jaga Palu.

Sebelum memasuki 2021, tersiar kabar bahwa proses belajar tatap muka di sekolah pada awal 2021 akan kembali dilaksanakan, namun untuk kesekian kalinya batal diterapkan mengetahui angka penularan COVID-19 tak menurun signifikan.

Mematuhi hal itu, Tim Sikola Pomore sejak 2 Januari 2021 menerapkan pembelajaran daring (dalam jaringan). Hingga kini, jumlah relawan pengajar yang mencapai 50 orang siap yang mendampingi 24 jam berhasil mengumpulkan 20 siswa.

“Ya bersyukur dari awal kami mulai program ini diikuti sepuluh anak, yang mana sampai sekarang 20 anak itu konsisten mengikuti pembelajaran,” ucap praktisi pendidikan ini.

Kak Yoyo mengungkapkan, proses belajar dilakukan dengan sistem 20 persen teori dan 80 persen praktik.

“Dengan harapan setelah program selesai, adik-adik bisa sedikit banyak mengembangkan pengetahuan mereka” jelasnya.

Jadwal pembelajaran dilaksanakan dari Senin-Sabtu mulai pukul 16.00-17.00 wita.

Walaupun demikian, Kak Yoyo memastikan proses belajar mengajar di masa pandemik tetap berlangsung sekalipun harus menerapkan pembelajaran daring  melalui grup Whatsapp seperti halnya metode yang diterapkan pada sekolah formal.

“Insyaallah program ini akan terus berlanjut, sekali pun di masa darurat pandemik Covid-19 (saat ini) ilmu pendidikan tak boleh berhenti. Karena saya yakin, siapa pun sepakat bahwa pendidikan adalah hal utama dalam kehidupan,” kata Founder Sikola Pomore, Yaumil Masri yang menitip prinsip dirinya ke khalayak ramai.

Reporter: Faiz
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas