Home Donggala

Diduga Ada Mark Up Pembangunan Rumdis Puskesmas Boya

45
DISOROT - Inilah rumah dinas Puskesmas Boya yang disorot masyarakat setempat. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Rumah dinas (rumdis) Puskesmas Boya untuk para medis dan dokter kembali disoal. Jika sebelumnya rumdis tersebut dinilai mubazir karena tidak ditempati sejak pembangunannya selesai tahun 2019.

Kali ini yang disoal adalah anggaran pembangunannya yang diduga digelembungkan alias di-mark up. Pembangunan rumah dinas yang berbandrol Rp300 juta lebih itu dikerjakan oleh CV Wasisi Karya.

“Rumdis itu asal bangun, dan dugaan mark up-nya sangat jelas. Lihat saja kualitas pembangunannya mirip BTN tipe 36, masa ada pembangunan tidak include dengan pemasangan aliran listrik dengan air? RAB perlu dipertanyakan. BTN saja kalau dibangun lengkap dengan fasilitas air dan listirk,” kata Heri Somena tokoh pemuda Kelurahan Boya, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, kemarin (8/1).

“Kuat dugaan pembangunan rumdis itu dikerjakan oknum Dinkes sendiri dan meminjam CV,” sebutnya lagi.

Heri Somena. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Heri mengaku telah mengantongi sejumlah data proyek yang dikerjakan oleh oknum pegawai Dinkes. Dia berjanji akan meneruskan data oknum ASN Dinkes yang bermain proyek itu ke aparat penegak hukum untuk mengusutnya.

“ASN itu urus masyarakat Donggala, atau ba urus proyek? Saya tidak asal ngomong apa lagi dikatakan memfitnah, data yang berbicara aparat penegak hukum harus mengusutnya,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Donggala melalui Sekdis Fabtohin mengatakan tidak mengetahui persis teknis pembangunan rumdis Puskesmas Donggala, ia menyarankan wartawan menemui PPTK Ali. Tetapi ia mengakui jika selama ini pembangunan puskesmas banyak menuai persoalan utamanya menyangkut pembebasan lahan.

“Maaf pak kadis lagi sakit, kalau persoalan pembanguan rumdis puskesams Donggala yang tau persisi PPTK Ali, ketemu dia saja (ali red), setahu saya kalau persoalan lahan bermasalah untuk pembanguan puskesmas ada, jadi ketemu ali saja komiu,” bebernya.

Sementara PPTK Dinkes Ali yang dikonfirmasi terkesan menghindari wartawan, beberapa kali hendak ditemui tetapi yang bersangkutan tak menampakan batang hidungnya. Begitu juga ketika dikonfirmasi via ponselnya 081145822XX, Ali belum memberikan respons.

Terpisah kepala puskemas Donggala Dr erwin yang dikonfirmasi perihal beban pemasangan listrik dan air untuk rumdisnya menjawab datar, menurutnya jika sudah pimpinan (dinkes) memerintahkan menanggung biaya tersebut harus dilaksanakan.

“Jujur saja de anggran kami Puskesams Donggala hanya 200 juta lebih per tahun, dana itu untuk biaya gaji dan operasional, kalau diperintantahkan  (dinkes) menanggung biaya pemasangan listrik dan air untuk rumdis harus kami lakasanakan perintah itu, walaupun harus berpikir lagi dana dari mana untuk menutupi biaya tersebut. Karena penginputan anggaran 2021 sudah selesai dan item pemasangan aliran listrik dan air untuk rumdis tidak ada, kalau bayar listrik dan air tiap bulan untuk puskesams ada,” katanya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas