Home Palu

Bosowa Taksi Kurang Peminat

23
Sumarno. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulteng, Sumarno, mengungkapkan Bosowa Taksi yang merupakan transportasi berbasis aplikasi kurang diminati masyarakat di daerah ini.

“Mereka (Bosowa Taksi) sudah beroperasi tapi sudah tidak kondusif, kalah dengan Grab,” ungkap Sumarno di Palu, baru-baru ini.

Dia mengatakan Bosowa Taksi telah lengkap memiliki izin operasi di wilayah Sulawesi Tengah. Namun dengan ketatnya persaingan transportasi online, Bosowa Taksi belum bisa bersaing dengan pendahulu seperti Grab dan Gojek.

Sebelumnya, Sumarno menjelaskan Bosowa taksi beroperasi dengan layanan berbasis aplikasi online. Sempat ada wacana Bosowa Taksi akan bekerjasama dengan Grab atau Gojek.

“Tapi bisa jadi nanti Bosowa Taksi memiliki aplikasi sendiri seperti Grab dan Gojek,” ucapnya.

Menurut Sumarno, kehadiran Bosowa Taksi di daerahnya akan membawa dampak positif dalam persaingan jasa transpotasi. Masyarakat akan memiliki pilihan baru untuk bepergian ke tujuan tertentu. Selain itu, operasional Bosowa Taksi juga akan menambah pendapatan daerah dari sumber retribusi.

Dishub Sulteng kata Sumarno tinggal menunggu permohonan ramp check terhadap unit kendaraan Bosowa yang akan segera beroperasi. Setelah pemeriksaan selesai dan kendaraan dinyatakan laik operasi, Bosowa Taksi dipastikan bisa langsung membuka layanan.

“Bosowa Taksi memiliki waktu hingga September mendatang untuk mengajukan permohonan ramp check kendaraan. Tapi beberapa hari lalu sudah ada yang mulai diperiksa tim kami sekitar 10 unit, hanya saja satu unit dinyatakan tidak bisa beroperasi karena menggunakan nomor polisi (plat) DD,” ujar Sumarno.

Dia berharap kehadiran Bosowa Taksi bisa diterima semua pihak karena telah memiliki izin resmi. Kepada taksi konvensional Sumarno juga mengharapkan bisa segera beralih ke sistem aplikasi.

“Kita tidak bisa larang taksi online beroperasi sepanjang telah memiliki izin, makanya taksi konvesional harus segera beralih agar tidak kalah bersaing,” tandas Sumarno.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas