Home Palu

Semua Nakes di Anutapura Siap Divaksinasi

18
dr Herry Mulyadi. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Secara umum semua tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu, siap untuk divaksinasi Covid-19. Demikian dikatakan Direktur RSU Anutapura Palu, drg Herry Mulyadi, saat dihubungi Metro Sulawesi, Rabu malam, 6 Januari 2021.

“Siap tidak siap, namanya tenaga kesehatan (nakes) harus siap karena kami ini harus memberikan contoh,” kata Herry.

Menurut Herry, vaksinasi ini sesuai instruksi pemerintah yang didahulukan adalah petugas kesehatan, karena mereka adalah garda terdepan dalam menangani pasien yang terpapar Covid-19.

“Untuk petugas kesehatan di RSU Anutapura kurang lebih 500 orang, untuk jumlah dokter sekitar 80-an. Terkait jumlah pastinya saya tidak terlalu hafal, tetapi kisarannya jumlahnya kurang lebih seperti itu,” ungkapnya.

Herry mengatakan, vaksinasi itu sudah ada di Palu, namun untuk pelaksanaannya sesuai jadwal atau protap yang diatur oleh pemerintah, yang pertama divaksinasi itu adalah seluruh nakes, kemudian secara bertahap semua pasti akan divaksin.

“Kemudian juga ada yang mempertanyakan kenapa orang tua tidak divaksin? Karena kita menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi penyebabnya apabila yang sudah tua dan misalnya memiliki penyakit berat, dikhawatirkan jangan sampai karena disuntik vaksin, kemudian kenapa-kenapa dituduh lagi gara-gara divaksin. Hal ini tentunya dapat membahayakan psikologis masyarakat yang belum divaksin,” ujarnya.

Menurut Herry, sejauh ini hasil uji klinis vaksin yang diberikan itu cukup baik.

“Hanya saja ada yang memberikan informasi hoax. Hal inilah yang perlu diklarifikasi oleh media agar memberikan informasi yang positif, agar masyarakat bisa menyadari betapa pentingnya vaksin ini untuk mencegah lebih parahnya gelombang penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Herry mengatakan, penularan Covid-19 saat ini betul-betul meningkat tajam, sehingga tidak boleh dianggap enteng, karena penyebaranya ini bisa merusak sistem.

“Jika Covid-19 merajalela semua tatanan kehidupan itu terkena, baik itu ekonomi, sosial, bahkan perhanan semua kena. Apalagi pendidikan sekarang ini tidak efektif karena tidak ada tatap muka, sehingga jalan satu-satunya yang dilakukan oleh seluruh dunia adalah vaksinasi,” katanya.

Kata Herry, vaksinasi ini dilakukan karena obat Covid-19 sampai saat ini belum ada, kecuali vaksin ini diharapkan akan memperbaiki dan mengurangi, serta menghentikan segala aspek yang memperbesar penyebaran Covid-19 di muka bumi.

“Dengan adanya vaknisasi sesuai kebijakan pemerintah pusat yang mendahulukan tenaga medis, karena hasil evaluasi, analisa dan kajian begitu banyak sekarang tenaga kesehatan yang terpapar, karena memang kontak langsung dengan pasien, walaupun mengunakan APD tetapi sejauh mana efektifitas APD ini kalau hampir setiap hari, setiap bukan, bahkan tahunan tetap bobol juga,” jelasnya.

Herry menilai kebijakan pemerintah yang mendahulukan nakes, adalah hal yang strategis karena nakes salah satu ujung tombak yang menangani pasien Covid-19 di fasilitas kesehatan.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udn Salim

Ayo tulis komentar cerdas