Home Sulteng

Tegas, Bansos 2021 Tak Boleh Ada Potongan

29
Ridwan Mumu. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng, H Ridwan Mumu, menegaskan pihak-pihaknya yang ditunjuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) tahun 2021 tidak boleh melakukan pemotongan.

“Sesuai perintah bapak Presiden dan ibu menteri saat peluncuran, bansos harus utuh diserahkan kepada penerima, tidak boleh ada pemotongan sepeserpun. Kalau ada terjadi potongan, masyarakat silakan melapor ke Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah,” tegas Ridwan, Rabu, 6 Januari 2021.

Mewakili Pemprov Sulteng, Ridwan mengingatkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Kantor Pos selaku penyalur bansos agar menjalankan tugas sesuai prosedur. Dia juga mengingatkan jajarannya yang terlibat benar-benar melakukan pengawasan secara baik.

Ada tiga bansos yang disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19 yaitu program keluarga harapan (PKH), program sembako, dan bansos tunai. Program sembako disalurkan dari Januari-Desember 2021, sebesar Rp200 ribu per KK per bulan. Sementara bansos tunai diberikan selama empat bulan yaitu Januari, Februari, Maret, dan April nilainya Rp300 ribu per bulan per KK.

“Kalau PKH besarannya berbeda-beda, tergantung komponen yang diterima masing-masing,” terang Ridwan.

Untuk Sulteng, sasaran penerima program sembako sebanyak 221.942 KK dan bansos tunai sebanyak 120.008 KK. Sementara sasaran PKH rata-rata diangka 150.000 KK lebih dalam setiap termin pencairan.

Dia mengatakan masyarakat prasejahtera yang masuk dalam DTKS telah melalui proses pendataan sebanyak empat kali pada 2020. Namun demikian, apabila masih ada masyarakat yang berhak menerima bansos belum terdata bisa diusulkan untuk masuk ke DTKS.

“Di sini peran pak RT untuk mendata dan memasukkan karena semua program ini ada pendampingnya di tingkat desa, kelurahan dan kecamatan. Mereka-mereka lah yang bekerjasama untuk mendata kembali atau memperbaharui data. Yang sudah tidak pantas mendapatkan bantuan harus dikeluarkan dan yang pantas harus dimasukkan,” pungkas Ridwan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas