Home Pendidikan

PGRI Minta Formasi CPNS- P3K Dibuka Bersamaan

41
Syam Zaini. (Foto: Ist)
  • Penghilangan Formasi CPNS Diskriminasi Terhadap Guru

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Tengah, Syam Zaini mengungkapkan, PB PGRI telah menyampaikan dan memberikan masukan kepada Kemenpan-RB maupun Kemendikbud RI agar meninjau kembali keputusan tidak mengangkat guru menjadi CPNS.

“Tentunya pengurus PGRI Sulteng mendukung dan satu bahasa dengan PB PGRI terkait dengan putusan tersebut. Kami menganggap CPNS dan PPPK itu berbeda. Kalau CPNS ini jika seorang guru memenuhi persyaratan dan lolos ujian maka dapat diangkat menjadi PNS, dan PNS ini dapat mengisi seluruh jabatan ASN, kemudian memiliki jenjang karir serta bisa menempati jenjang pimpinan utama,” imbuh Syam Zaini, melalui ponselnya, Rabu, 6 Januari 2021.

Sementara kata Syam Zaini, untuk PPPK itu adalah WNI yang memenuhi syarat tertentu yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja dan memiliki jangka waktu tertentu untuk melaksanakan tugas pemerintahan, bahkan tidak ada karir apapun.

“Untuk itu PGRI Sulteng mendukung sikap PB PGRI bahwa itu dianggap diskiriminasi terhadap Guru,” ungkapnya.

Menurut Syam Zaini, rencana kebijakan itu terkensan diskriminatif  bahwa lulusan sarjana pendidikan yang berminat menjadi CPNS dengan formasi Guru itu ditiadakan lagi di 2021 ini. Hal ini tentunya bisa dikatakan diskriminatif.

“Selain itu bahwa rencana kebijakan itu berpotensi menghilangkan hak warga negara untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam hal pemerintahan. Kita tahu bahwa UU 45 pasal 28 ayat 3 bahwa setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan,” katanya.

Syam Zaini mengatakan, rencana kebijakan pemerintah pusat merupakan kabar buruk bagi calon Guru dan dikahwatirkan akan berdampak terhadap peran kualitas guru ke depannya.

“PGRI Sulteng menganggap ketika tidak ada jaminan bahwa formasi yang dibuka 2021 untuk CPNS Guru tidak ada, untuk apa anak-anak yang cerdas mau pergi jadi Guru, tidak lagi itu. Mereka nanti berpikir untuk apa masuk LPTK sementara dirinya tidak bisa menjadi PNS,” ujarnya.

Olehnya PGRI Sulteng, kata Syam Zaini, meminta pemerintah untuk mengkaji ulang rencananya yang mengeluarkan formasi guru dalam penerimaan CPNS Tahun 2021.

“PB PGRI juga telah menyampaikan pemerintah harus membuka dua jalur yang pertama adalah jalur CPNS dan kedua adalah PPPK (P3K). Jadi kami tidak menolak P3K ini, tetap kami dukung, tetapi CPNS juga dibuka, sehingga para calon Guru bisa bersaing baik masuk CPNS maupun P3K,” jelasnya.

Syam Zaini kembali menegaskan, jika CPNS ditiadakan itu diskriminasi sementara pemerintah menganggap bahwa sumber daya pendidikan merupakan hal yang utama untuk kemajuan bangsa ini.

“Tetapi faktanya dengan kebijakan tersebut bertolak belakang dengan visi misi dari pemerintah itu sendiri,” tegasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas