Home Sulteng

Persiapan Haji Tetap Diberlakukan

20
Lutfi Yunus. (Foto: Istimewa)
  • Kemenag Harap CJH 2021 Bisa Diberangkatkan

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulteng, H. Lutfi Yunus mengungkapkan, meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19 persiapan pelaksanaan ibadah haji tahun 2021 tetap dilakukan. 

“Secara normatif tentunya kami sangat berharap Calon Jemaah Haji (CJH) tahun ini bisa diberangkatkan ke Arab Saudi. Sepanjang ini juga belum ada pernyataan pemerintah, baik dari Arab Saudi maupun Indonesia tentang kepastian untuk diberangkatkan atau ada skema yang sudah disiapkan agar berangkat, ataupun tidak sama sekali memberangkatkan,” jelas Lutfi, melalui ponselnya, Rabu, 6 Januari 2021.

Namun, Lutfi sangat berharap, Covid-19 ini bisa teratasi tahun ini sehingga dengan sendirinya jemaah haji Indonesia khususnya Sulteng terhitung aman untuk melaksanakan ibadah haji 2021.

“Untuk jemaah haji kita di 2020 sudah melunasi, tinggal menunggu masa pemberangkatan di 2021, namun bagi yang belum melunasi di tahun kemarin sementara masih tersedia kuota kita, maka kita akan menunggu regulasi selanjutnya untuk penetapan pelunasan tahun ini dan mereka akan diberikan kesempatan untuk memenuhi kuota yang ada,” katanya.

Lutfi mengatakan, di 2021 jumlah kuota Sulteng masih tetap yakni sebanyak 2.000 orang.

“Sekarang ini tercatat 1.993 jemaah, yang jelas kuota itu tidak akan berubah,” tegasnya.

“Terkait dengan manasik kami akan tetap berlangsungkan baik itu secara online maupun offline kepada seluruh jemaah kita. Artinya, kami berharap dengan tertundanya pemberangkatan jemaah 2020, manasik haji agar ebih dipermantap lagi dan ini kesempatan bagi calon jemaah sebab ada waktu satu tahun diberikan untuk melakukan manasik,” ujarnya.

Menurut Lutfi, dalam konsep skema yang pertama, pemerintah Indonesia akan memberangkatan seluruh jemaah haji Indonesia apabila keadaan Covid-19 ini normal.

“Kemudian skema kedua pemotongan kuota, kalau untuk pembatasan usia memang belum ada ketentuanya untuk haji, kecuali untuk pelaksanaan umrah ada batasan usia 18-50 tahun,” ungkapnya.

“Sementara konsep skema ketiga tidak memberangkatkan sama sekali jemaah haji ke tanah suci apabila Covid-19 semakin hari semakin mengkhawatirkan,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas