Home Banggai

Bejat, Anak hingga Cucu Kandung Digauli

Ilustrasi. (Foto: Dok. Djunaedi)
  • Pelaku Merupakan Residivis, Terancam Hukuman Kebiri

Banggai, Metrosulawesi.id – Tim Buser Sat Reskrim Polres Banggai, Selasa 5 Januari 2021, berhasil menangkap seorang pria lanjut usia warga Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, yang merupakan pelaku pencabulan anak hingga cucu kandungnya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Pino Ary SIK, dalam keterangan resmisnya, Rabu 6 januari 2020 mengatakan bahwa pelaku berinisial AK alias OP (60), diamankan di kelurahan Mendono, Kecamatan Kintom. Dalam penangkapan tersebut, pelaku sempat melawan petugas dan nekat menyerang polisi dengan senjata tajam berupa badik.

“Penangkapan terhadap pelaku dilakukan atas kasus dugaan pencabulan yang dilakukan kepada anaknya sendiri hingga melahirkan dua anak. Kemudian, anak hasil hubungan itu kembali dicabulinya akhir tahun 2020 kemarin,” ungkapnya.

AKP Pino Ary menjelaskan bahwa penangkapan itu berdasarkan laporan ibu dua anak berinisial FR (23), dan kepada Polisi FR melaporan telah terjadi pencabulan anak di bawah umur.

“Aksi bejat orang tua kandung itu, terungkap dari laporan FR, yang mengetahui kejadian pencabulan tersebut,” ujarnya.

Mendapati laporan itu petugas langsung melakuan penangkapan dan dalam pemeriksaan, terungkap bahwa tersangka sudah berulang kali melakukan aksi bejatnya itu, dengan anak kandungnya sendiri.

“Dugaan sementara ada tiga anak kandungnya yang telah di Cabuli oleh tersangka,” ungkapnya.

Pino menegaskan bahwa, saat ini tersangka AR telah mendekam di sel tahanan Polres Banggai dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp.5 Miliar.

“Pelaku juga merupakan residivis dengan kasus yang sama. Dulu korbannya juga anak kandung dari istri pertama,”

Selain ancaman hukuman itu, kata AKP Pino Ary, tersangka bisa saja dikenakan hukuman kebiri. Pasalnya, belum lama ini Presiden RI Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) nomor 70 tahun 2020 tentang hukuman kebiri untuk pelaku kekerasan terhadap anak. PP ini mengatur tentang tata cara pelaksanaan tindakan kebiri kimia, pemasangan alat pendeteksi elektronik, rehabilitasi dan pengumuman identitas pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

“Terkait penggunaan pasal kebiri kita masih akan berkoordinasi dengan jaksa,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas