Home Palu

PKB Tolak Keras Penghapusan PNS Bagi Guru

34
H. Nanang. (Foto: Dok. Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Palu, H. Nanang menyatakan bahwa PKB menolak secara nasional rencana penghapusan jalur PNS bagi guru dalam rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Tidak ada alasan untuk tidak menolaknya, PKB secara nasional menolak. Kebijakan ini dikhawatirkan akan menurunkan kualitas dan kuantitas guru di masa depan,” tegas Nanang, di Palu, belum lama ini.

Kata Nanang, pernyataan itu juga telah disampaikan Ketua Umum (Ketum) DPP PKB, H. Muhaimin Iskandar, selaku Wakil Ketua DPR RI Bidang Kesra, Ahad 3 Januari 2020.

“Berdasarkan UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, terdapat perbedaan mendasar antara PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dalam aturan tersebut, PNS telah diangkat hanya akan berhenti jika sudah memasuki usia pensiun. Meninggal, pensiun dini atau tidak cakap dalam jasmani dan rohani,” kata Nanang, sembari mengutip pernyataan Ketum PKB.

Sedangkan PPPK, kata Nanang, diangkat dan dipekerjakan dengan perjanjian kontrak sesuai jangka waktu yang ditetapkan.

“Sehingga, jika dalam waktu kontrak yang ditetapkan telah selesai, maka PPPK bisa begitu saja diberhentikan,” pungkasnya.

Nanang mengatakan, kondisi ini bisa menurunkan minat generasi muda di tanah air untuk memilih profesi sebagai seorang pendidik.

“Bagaimanapun seorang profesional juga membutuhkan jaminan kesinambungan atas profesi yang mereka geluti termasuk para pendidik. Jika jaminan kesinambungan pekerjaan tersebut tidak bisa diberikan oleh satu bidang profesi tertentu, maka bisa dipastikan akan menurunkan jumlah peminatnya,” ujarnya.

Nanang menegaskan, kebijakan ini sering kontradiktif, disatu sisi berharap para guru kita profesional saat mendidik anak-anak, namun disisi lain juga kebijakan sering memberlakukan tenaga pendidik tidak profesional. Selamanya pemerintah hanya berharap pengabdian dari tenaga pendidik tanpa berusaha secara sungguh-sungguh mengangkat harkat dan martabat para tenaga pendidik.

Reporter: Moh. Fadel

Ayo tulis komentar cerdas