Home Ekonomi

Program Kerja Pemda Harus Dongkrak Bagi Pariwisata

Hotel Santika Palu. (Foto: Dok. Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Tengah dalam masa pandemi Covid-19 dan awal tahun 2021 ini memiliki sejumlah strategi dalam mendorong kebangkitran sektor pariwisata di daerah ini.

Ketua PHRI Sulawesi Tengah Fery Taula mengatakan, salah satu strategi PHRI adlh menggandeng airlines untuk membuat bundling package yaitu paket tiket pesawat plus kamar hotel. Bundling package sangat menguntungkan konsumen karena  mendapat layanan yang integrated dengan harga yang lebih murah. Di sisi lain hotel dan airline dapat meningkatkan okupansi.

“Jika dipandang perlu post pandemic pun bundling package demikian bisa dilanjutkan untuk menopang kontinuitas pertumbuhan sektor pariwisata secara umum,” ujar Fery Taula keada media ini, pekan lalu.

Menurut Fery, strategi lain adalah hotel menawarkan harga diskon besar. Baik itu diskon dengan full service maupun diskon dengan minimum service. Diskon denga full service artinya layanan dan fasilitas kamar tetap seperti kondisi normal tapi harga dipotong. Diskon dengan minimum service artinya selain potongan harga kamar juga hotel memberikan opsi kepada tamu with or without breakfast.

Fery juga menyebutkan, kegiatan marketing tetap berjalan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Sisi tenaga kerja, kata Fery, masih antara 30-50% dr total kebutuhan tenaga kerja. Belum bisa merekrut kembali karyawan-karyawan yang sebelumnya sedang dirumahkan. Tapi dibanding awal pandemi yaitu akhir Maret 2020 tenaga kerja sudah meningkat 20-30% di semester II thn 2020.

“Harapan kami Pemerintah Propinsi Sulteng, Pemkot Palu dan Pemkab se-Sulteng bersama dengan PHRI dapat bersinergi dengan intensitas lebih tinggi. Sinergi ini akan menghasilkan program-program kerja pemerintah yang lbh berdampak positif bagi pembangunan pariwisata Sulteng.

Selain dg PHRI sebenarnya sinergi dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) atau Indonesia Tourism Board sangat diperlukan karena GIPI beranggotakan semua asosiasi yang terkait industri pariwisata.

“Pada kesempatan ini pula kami sampaikan bahwa DPD Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Sulteng sudah terbentuk. MASATA adalah himpunan para stakeholders yang bukan hanya dari pelaku industri pariwisata melainkan seluruh elemen masyarakat yang peduli dalam pembangunan pariwisata khususnya desa wisata. Ada politisi, akademisi, jurnalis, ASN, TNI/POLRI dll,” kata Fery.

Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environmental Sustainability) juga sedang berlangsung bagi Usaha Pariwisata, Destinasi Pariwisata & Produk Pariwisata. Sertifikat CHSE akan menjadi jaminan bagi para wisatawan.

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas