KUNJUNGI YONIF 502 - Kapolda Sulteng, Irjen Polisi Drs. Abdul Rakhman Baso, SH menyempatkan menemui anggota TNI dari Yonif 502, para raider TNI-AD yang tergabung dalam satgas operasi Tinombala 2020. (Foto: Ist/ Dok. Humas Polda)

Poso, Metrosulawesi.id – Selaku penanggung jawab operasi Tinombala 2020, Kapolda Sulteng, Irjen Polisi Drs. Abdul Rakhman Baso, SH menyempatkan menemui anggota TNI dari Yonif 502, para raider TNI-AD yang tergabung dalam satgas operasi Tinombala 2020.

Bertempat di Aula markas Batalyon Infantri (yonif) 714 Sintuwu Maroso, Poso, Kapolda Sulteng didaulat untuk memberikan arahan kepada jajaran TNI-AD didampingi Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid makruf, Selasa (29/12/2020)

Dalam arahan Kapolda Sulteng mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada personil Yonif 502 Para Raider yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala,

‘’Kita datang karena merah putih dan untuk kokohnya NKRI, hidup ini pilihan, memilih menjadi TNI dan Polri merupakan pilihan hidup, TNI dengan Sapta Marga dan Sumpah prajurit, Polri dengan Tri Brata dan Catur Prasetya,’’ tegas  Rakhman Baso.

Rakhman Baso juga menegaskan sinergitas TNI Polri harus selalu terjalin dan menjadi contoh kokohnya NKRI, bersama-sama masih belum sempurna, apalagi sendiri, sinergitas dapat dilakukan dengan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi terangnya

Indikator pasukan professional adalah dilandasi dengan undang undang, mempunyai skill yang terlatih dan proporsional, ungkap orang nomor satu di Polda Sulteng ini

Mantan Wadan Korbrimob Polri ini, menjelaskan tugas dalam pelaksanaan operasi Tinombala 2020, sasaran utamanya adalah melakukan pengejaran terhadap 11 DPO Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora,

Mereka sudah kita himbau untuk menyerahkan diri dan menjalani proses sesuai hukum, akan tetapi bila tidak segera menyerahkan diri dengan terpaksa apabila ketemu dilapangan akan dilakukan tindakan tegas terukur, ungkapnya

Tugas berikutnya adalah memutus supporting perbekalan atau logistic dari kelompok simpatisan, meminimalisir atau menghilangkan doktrin dengan paham radikalsime di Masyarakat Poso,

”Dan yang tidak kalah penting adalah menghilangkan stigma negatif di Provinsi Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Poso adalah tidak aman, sehingga investor tertarik untuk menanamkan modal dan membangun Sulawesi Tengah,” pungkas Kapolda Sulteng. (*)

Ayo tulis komentar cerdas