Home Palu

Kadisdikbud Palu Putuskan PTM Ditunda

26
Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengaku mengikuti Surat Edaran (SE) Gubernur Sulteng tentang penundaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada semua satuan jenjang pendidikan, baik itu SD-SMP maupun SMA/SMK sederajat.

“Kami juga telah memutuskan menunda pelaksanaan metode pembelajaran tatap muka di sekolah hingga kondisi pandemi Covid-19 di Kota Palu terkendali. Keputusan tersebut diambil, karena melihat kondisi perkembangan tren kenaikan Covid-19 di Palu meningkat, selain itu juga atas konsultasi dengan Kadis Kesehatan Kota Palu, dr. Husema, serta mendengar masukan dari berbagai kalangan, termasuk orang tua peserta didik dan sejumlah Kepala Sekolah,” jelas Ansyar, di Palu, belum lama ini.

Kata Ansyar, kondisi Kota Palu saat ini tidak terkendali, telah terjadi transmisi lokal mengakibatkan banyak masyarakat terpapar, bahkan tidak sedikit diantaranya adalah tenaga kesehatan dan tenaga pendidik.

“Untuk itu kita memutuskan menunda pelaksanaan tatap muka di sekolah, hingga kondisi kembali terkendali,” ujarnya.

Kata Ansyar, dengan ditundanya pelaksanaan metode pembelajaran tatap muka tersebut maka semua peserta didik dan tenaga pendidik tetap menerapkan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagaimana yang telah dilakukan selama ini.

Langkah tersebut menurut Ansyar sejalan dengan Surat Edaran Gubernur tentang Penundaan Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka. Di dalam surat edaran itu juga menguraikan metode pembelajaran dialihkan ke  Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui daring/luring/modul, serta pembelajaran lain.

Sebelumnya, Ansyar Sutiadi juga menginstruksikan kepada seluruh Kepala Sekolah agar menyosialisasikan terlebih dahulu protokol pendidikan berbasis protokol kesehatan ke sejumlah Guru dan Tenaga Kependidikan. Setelah itu baru di sosialisasikan ke orang tua peserta didik.

“Jangan sampai orang tua sudah siap, namun Guru belum siap. Olehnya itu saya berharap pendidik dan tenaga kependidikan benar-benar memahami apa yang menjadi tanggung jawabnya dan harus berkomitmen dalam menerapkan protokol kesehatan,” tegas Ansyar, di Palu, belum lama ini.

Kata Ansyar, Disdikbud telah  mengeluarkan protokol pendidikan berbasis prokes yang berkaitan dengan waktu pelaksanaan masuk belajar atau shift-shift belajar sesuai dengan protokol kesehatan.

“Untuk itu Kepala Sekolah harus memastikan langkah-langkahnya, dan sudah harus memahami protokol pendidikan itu,” imbuhnya.

Ansyar mengatakan, terkait kesepakatan untuk melaksanakan rapid test maupun swab test dikembalikan kepada internal sekolah masing-masing mengingat hal itu tidak menjadi persyaratan dalam SKB 4 menteri.

“Kalau para Guru sudah berkomitmen dan siap melakukan rapid test, disilahkan. Nanti apa yang menjadi kesepakatan internal sekolah silahkan lakukan, misalnya ada sekolah yang menginginkan pelaksanaan tatap muka harus di swab atau rapid dahulu, silahkan. Karena sumber dayanya ada di sekolah masing masing,” pungkasnya.

Selain itu kata Ansyar, berkaitan dengan waktu pelaksanaan masuk belajar atau shift-shift belajar, yang sesuai dengan protokol kesehatan harus dipastikan oleh kepsek.

“Maka dari itu Kepsek harus memahami protokol pendidikan itu. Jadi tolong disosialisasikan terlebih dahulu kepada para Guru, jangan langsung ke orang tua, harus ada komitmen dulu dari pendidik dan tenaga kependidikan,” katanya.

Ansyar mengatakan, jika sudah ada kesepakatan pihak sekolah baru undang orang tua, sebab basisnya itu kelas.

“Silakan diatur waktunya, bicara dengan orangtua, jika setuju, silahkan buat pernyataan,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas