Home Palu

BRI Unit Manonda Diduga Hilangkan Agunan Nasabah

32
Muh. Sjafari. (Foto: Metrosulawesi/ Yusuf Bj)

Palu, Metrosulawesi.id – Kasus dugaan kehilangan agunan (barang berharga) nasabah oleh pihak Bank kembali terjadi di Kota Palu. Kali ini dialami Mariam, PNS di Dinas Sosial Sulawesi Tengah, dimana sembilan SK Pegawai Negeri Sipil (PNS) miliknya diduga dihilangkan oleh pihak BRI Unit Cabang Manonda Palu.

“Saya ambil kredit di Bank BRI Unit Manonda, saya cuma ambil kredit itu dalam jangka waktu satu tahun sebesar Rp19.500.000. Setelah saya lunasi, saya kemudian meminta kembali SK PNS yang saya agunkan ke BRI, namun pada waktu itu sekitar tahun 2012, pihak BRI bilang kembali saja besok,” kata Mariam saat dihubungi via ponselnya, Rabu, 30 Desember 2020.

“Jadi terakhir saya tagih jaminan saya itu, artinya betul-betul saya tahu jaminan saya itu kemungkinan besar sudah tidak ada di BRI Unit Manonda itu pada 2019,” ungkapnya.

Kata Mariam, dirinya masih berprasangka baik, bahwa SK yang dijaminkannya itu masih ada di BRI Unit Manonda Palu.

“Tapi tadi bagian kredit menelepon saya yang namanya Andri. Dia minta saya untuk bersamanya ke Polres Palu untuk membuat Surat Kehilangan SK itu, berarti kan ini secara tidak langsung bahwa BRI Unit Manonda Palu sudah menghilangkan SK yang saya jaminkan di situ. Itu SK dari SK 80 persen, 100 persen, SK 2C sampai 3C, kartu Taspen, Kerpik, dan semua yang saya jaminkan itu adalah SK asli,” tegasnya.

“Terakhir saya ketemu dengan orang BRI Manonda mereka bilang akan mengganti SK yang saya jaminkan itu. Setelah itu kemudian saya berkonsultasi dengan Pengacara terkait kasus saya ini,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, Pengacara Mariam, Muh. Sjafari menegaskan bahwa atas kasus kliennya Ibu Mariam itu harus ada pertanggungjawaban dari pihak Bank BRI Unit Manonda Palu.

“Tentu terhadap kasus ini saya mengacu kepada ketentuan Perbankan, dan pasti klien saya mengalami kerugian materil maupun immaterial selaku PNS atas kehilangan jaminan surat itu. Bank dalam statusnya sebagai kreditur sudah dengan sengaja menghilangkan jaminan atau agunan kredit,” jelas Sjafari melalui sambungan ponselnya, Rabu, 30 Desember 2020.

Padahal, kata Sjafari, sebelumnya, kliennya telah memberikan banyak waktu kepada pihak BRI Unit Manonda Palu untuk mencari SK jaminan itu.

“Cuma waktu itu molor terus, hingga saat ini, akhirnya SK jaminan itu hilang,” katanya.

Sjafari mengungkapkan pihaknya telah mengajukan Surat Somasi ke pihak Bank BRI Unit Manonda Palu tembusan ke BRI Cabang.

“Saya sudah ajukan somasi ke pihak Bank pada 23 Desember 2020. Ini intinya, kalau masalah ini diselesaikan secara mediasi sesuai dengan aturan Perbankan, bisa saja. Tapi saya belum tahun jawaban dari pihak BRI Manonda. Yang pasti kalau tidak ada tanggapan dari somasi saya itu, saya akan tempuh jalur hukum,” tegasnya.

“Pada intinya lagi,kami hanya minta pertanggungjawaban Bank atas hilangnya sembilan surat berharga milik klien saya,” tegasnya.

Reporter: Yusuf Bj
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas