Home Donggala

8 Perda Bakal Dibahas Tahun 2021

37
BERI SAMBUTAN - Wabup Donggala Moh Yasin saat menyampaiakn sambutan pada paripurna penutupan masa sidang tahun 2020 Selasa 29 Desember 2020 malam di ruang sidang utama DPRD Donggala. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Donggala, Selasa 29 Desember 2020 malam menggelar paripurna penutupan masa sidang tahun 2020 di ruang sidang utama DPRD.

Paripurna yang dihadiri Wakil Bupati Donggala Moh Yasin itu dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Donggala Aziz rauf dan dihadiri unsur forkompimda serta pimpinan OPD.

Aziz Rauf di hadapan paripurna menyampaikan lembaganya telah melakukan fungsi dan tugasnya kemudian menghasilkan tiga peraturan daerah, lima keputusan DPRD, dan tujuh keputusan pimpinan DPRD.

“Selama masa persidangan ketiga tahun 2020, DPRD telah melaksanakan rapat paripurna 18 kali, rapat pengambilan keputusan satu kali, banmus 7 kali, banggar 3 kali,  rapat badan pembentukan perda 5 kali, rapat badan kehormatan 2 kali,” kata Aziz Rauf.

“Kemudian rapat Komisi I satu kali, Komisi II satu kali, Komisi III dua kali, rapat gabungan komisi dua kali, dan rapat pembentukan pansus satu kali,”bebernya.

Sementara, Wakil Bupati Moh Yasin dalam sambutannya mengatakan pada masa persidangan tahun 2020 kerja kolektif DPRD dan pemerintah daerah telah diwujudkan dalam rapat kerja bersama antara perangkat daerah dengan banmus, banggar, pansus hingga komosisi yang ada di DPRD.

“Sejalan dengan hal tersebut DPRD bersama pemda kiranya dapat menuntaskan berbagai agenda rancanagan perda di masa sidang 2021 mendatang,” kata Yasin.

“Adapun perda yang belum tuntas yakni rancangan perda kearsiapan, rancangan perda penyertakan modal PDAM, perda sakaya membangun, perda tata ruang wilayah Donggala 2011-2031, perda tentang detail perkotaan 2020-2040, perda tentang penyertaan modal Bank Sulteng, perda pendidikan daerah, dan rancanagan perda kesehatan,” sebutnya.

Wabup menambahkan tantangan dan permasalahan pasti ada, dan tentunya memerlukan respon yang cepat dalam mengamabil kebijakan.

“Kita merupakan abdi masyarakat yang dipih oleh rakyat, olehnya dibutuhkan kerja ekstra menghasilkan lompatan pertumbahan ekonomi, walaupun disadari tidaklah mudah, tetapi membutuhkan kerja keras dan keikhlasan serta loyalitas yang tinggi,” pungkasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas