Home Hukum & Kriminal

33 Perkara Pidana Anak, Didominasi Pencurian

18
Zaufi Amri. (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)
  • Jumlah Anak yang Berhadapan Hukum Ada 43 Orang

Palu, Metrosulawesi.id – Sepanjang tahun 2020, sejak Januari-Desember, perkara pidana anak, atau anak berhadapan dengan hukum, yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, tercatat ada sebanyak 33 perkara.

Dari ke 33 perkara itu, jumlah anak yang harus berhadapan dengan hukum ada sebanyak 43 orang anak. Karena di antara beberapa berkas perkara ada yang diperiksa dengan lebih dari satu terdakwa anak, bahkan satu berkas ada tiga anak yang duduk sebagai terdakwa  atau berhadapan dengan hukum.

“Ke 33 kasus anak berhadapan dengan hukum telah putus (vonis), di Pengadilan Negeri Palu,” ungkap Humas PN Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Zaufi Amri, mengacu data di Panitera Pidana, baru baru ini.

Hanya saja, dari jumlah itu masih ada perkara anak yang prosesnya berlanjut ke upaya hukum banding dan kasasi. Untuk perkara anak yang berproses ke tingkat banding yang teregister dengan Nomor 21 dan24 /Pid.Sus-Anak/2020/PN Pal. Sedangkan  yang berproses ke tingkat kasasi adalah perkara Nomor 3 dan 29/Pid.Sus-Anak/2020/PN.Pal.

“Dari 33 kasus itu, didominasi tindak pidana pencurian sebanyak 27 kasus. Kemudian penyalagunaan narkotika empat kasus, serta penganiayaan dan kejahatan kesusilaan masing-masing satu kasus,” sebut Zaufi lagi.

Perkara pidana anak ini dirincikannya untuk tahun 2020, teregister pada Bulan Januari sebanyak empat perkara, Februari satu perkara, Maret tujuh perkara, April empat perkara,  Mei nihil perkara, Juni dan Juli masing-masing tiga perkara, Agustus empat perkara, September tiga perkara,  serta Oktober dan November masing-masing dua perkara.

“Untuk tahun 2019 kasus anak berhadapan dengan hukum  tercatat berjumlah 20 perkara, dengan jumlah terdakwa 22 orang,” tandasnya.

Artinya dibanding tahun 2019, perkara pidana anak ditahun 2020 ini meningkat dibanding tahun 2019. Rincian perkara anak ditahun 2019 antaralain, pencurian sebanyak 16 kasus, serta kasus lalu lintas, narkotika, penganiayaan dan perlindungan anak masing-masing satu kasus.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas