Home Sulteng

Longki: Semua Gratis, Itu Pasti

Rakor evaluasi penangaban Covid-19 di ruang Polibu kantor Gubernur Sulteng, Selasa 29 Desember 2020. (Foto: Ist)
  • Pusat, Pemprov dan Kabupaten/Kota Sharing Anggaran Vaksin

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng H Longki Djanggola memastikan vaksin corona untuk masyarakat di Sulteng tidak berbayar alias gratis. Biaya program vaksinasi akan ditanggung negara baik oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

”Vaksin seluruh Indonesia gratis, negara yang tanggung. Dalam hal ini negara akan sharing, pemerintah pusat 50 persen, 25 persen pemerintah provinsi, 25 persen pemerintah kabupaten dan kota,” kata Gubernur yang dihubungi usai memimpin rakor evaluasi penangaban Covid-19 di ruang Polibu kantor Gubernur Sulteng, Selasa 29 Desember 2020.

Dengan sharing anggaran tersebut, lanjut Gubernur, yang diterima masyarakat adalah gratis. Jadi bukan sharing berdasarkan jumlah penduduk yang akan divaksin. Soal sharing anggaran ini juga disinggung Gubernur dalam rakor kemarin.

Gubernur mengatakan, APBD 2021 yang sudah disahkan akan dilakukan refocusing. Menurutnya mulai Januari 2021 prioritas belanja kepada sektor utama seperti sektor kesehatan dan ekonomi.

”Hal Ini juga harus diingat pemerintah kabupaten dan kota. Nanti akan ada petunjuk dari pusat tentang refocusing anggaran penanganan covid secara bersama-sama,” kata Gubernur.

Disinggung soal vaksinasi mandiri, Gubernur mengatakan tidak ada. ”Tidak ada istilah mandiri, semua gratis itu pasti. Sulawesi Tengah juga gratis,” tegasnya.

Rakor evalusi penanganan Covid-19 di Sulteng digelar secara virtual. Dalam rakor itu Gubernur meminta laporan perkembangan penanganan covid yang dilakukan oleh masing-masing pemerintah kabupaten dan kota.

Gubernur juga meminta pemerintah kabupaten dan kota menerapkan surat edaran gubernur yang mulai berlaku hari ini. Selain itu daerah yang masuk zona merah diminta pemerintahnya waspada, memberlakukan aturan ketat di wilayah perbatasan dengan provinsi lain.

Seperti di Poso ada yang daerahnya berbatasan dengan Sulawesi Selatan.

”Saya minta tetap waspada karena banyak kasus covid di Poso. Poso berbatasan dengan Sulawesi Selatan, saya minta perketat perbatasan darat sesuai edaran gubernur. Diharapkan dengan surat edaran itu bisa mengurangi penularan,” kata Gubernur.

Di bagian lain Gubernur meminta semua pihak untuk komitmen dalam pencegahan penularan virus corona. Gubernur mengaku optimistis dengan dimulainya vaksinasi corona penularan akan menurun, sehingga membangkitkan kembali rasa percaya diri masyarakat.

”Karena sekarang masyarakat masih serba salah. Jadi dengan adanya vaksinasi nanti akan memulihkan kembali kepercayaan masyarakat,” kata Gubernur sebelum menutup rapat.

Reporter: Syahril Hantono
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas