Home Sulteng

Lantik Pejabat, Gubernur Abaikan SE Mendagri?

41
ILUSTRASI - Lantik pejabat eselon. (Foto: Ist/ ajnn.net)

Palu, Metrosulawesi.id Di penghujung masa jabatannya, Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola melantik sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sulteng, Rabu 30 Desember 2020.

Terkait pelantikan itu, gubernur diduga mengabaikan surat edaran (SE) Mendagri nomor 820/6923/SJ, tertanggal 23 Desember 2020. Sayangnya hingga berita ini dimuat, belum ada penjelasan dari Humas Pemprov.

Dalam surat edaran itu, Mendagri Tito Karnavian melarang gubernur, bupati dan wali kota yang melaksanakan Pilkada Serentak 2020 untuk melakukan penggantian pejabat sampai dengan dilantiknya gubernur, bupati dan wali kota terpilih hasil Pilkada Serentak Tahun 2020.

Dasar hukum yang melarang adanya pergantian pejabat seperti dikutip dalam SE Mendagri itu adalah UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana yang telah diubah UU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23. Selanjutnya UU Nomor 10 tentang perubahan Kedua UU Nomor 1 tahubn 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomoe 1 Tahun 2014 tentang Pemiluhan Gubernur, Bupati dan Wali Kota menjadi UU. UU Nomor 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dan PP Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Dalam SE itu, Mendagri sama sekali tidak menyebut melarang pelantikan atau mengangkat pejabat baru, yang disebutkan hanya melarang pergantian pejabat.

Pengangkatan yang dilakukan Gubernur Longki pada Rabu 30 Desember 2020, rata-rata untuk mengisi jabatan yang kosong atau yang masih dijabat oleh pelaksana tugas harian (Plh).

Mereka yang dilantik itu, yakni: Haris Kariming sebagai Kepala Dinas Pertambangan dan ESDM Sulteng, sebelumnya dijabat oleh Elim Somba sebagai Plh; Hasbiah sebagai Kepala Dinas Keluarga Berencana Sulteng menggantikan kepala dinas sebelumya yang sudah pensiun; Andi Ajidin sebagai kepala dinas Perpustakaan; US Tombolotutu sebagai kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (menggantikan Bartholomeus yang mundur sejak pilkada lalu); Sadli Lesnusa sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup; dan dr Komang sebagai Kepala Dinas Kesehatan Sulteng. (*)

Ayo tulis komentar cerdas