Home Sulteng

Covid Meningkat, Berlakukan Jam Malam

42
Gubernur Drs. H. Longki Djanggola, M.Si saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19, Selasa (29/12) di Ruang Polibu Kantor Gubernur. (Foto: Ist)
  • Gubernur Wajibkan Pendatang Tes Antigen, Minta PTM Ditunda

Palu, Metrosulawesi.id – Pemprov Sulteng kembali mengeluarkan surat edaran (SE) tentang Pencengahan dan Pengendalian Penyebaran Corona Virus Desease 2019 di Provinsi Sulawesi Tengah. SE bernomor 443/692/Dis.Kes itu berlaku mulai Selasa (29/12) hingga terjadinya penurunan kasus Covif-29 secara signifikan.

Salah satu poin yang ditekan dalam surat edaran itu adalah adanya pemberlakuan jam malam bagi daerah yang kasus corona naik signifikan.

‘’Bagi kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan berdasarkan kajian epidemiologi, perlu dipertimbangkan pelaksanaan semi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau karantina wilayah dengan memberlakukan pembatasan jam malam hingga pukul 20.00 wita,’’ demikian bunyi poin kelima SE Gubernur tersebut.

Pemberlakuan jam malam ini disinggung dalam rapat evaluasi penanganan Covid-12 Provinsi Sulteng di Ruang Polibu Kantor Gubernur, kemarin (29/12). Rapat secara virtual dipimpin Gubernur H Longki Djanggola diikuti para bupati se Sulteng. Hadir juga unsur Forkopimda Sulteng, Pusdatina Covid-19 Sulteng, pimpinan instansi terkait serta para direktur rumah sakit pemerintah dan swasta di Kota Palu.

Penerapan jam malam ini akan dilakukan melalui patroli oleh aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP. Dir Pam Mobvit Polda Sulteng Kombes Pol Suprayitno SH SIK yang mewakili Kapolda Sulteng berpesan agar patroli menjelang pergantian tahun dilakukan dengan baik.

‘’Lakukan patroli dengan baik, jangan arogan. Berikan pemahaman kepada masyarakat, dalam pergantian tahun baru ini sehingga tidak menimbulkan masalah baru,’’ katanya.

Sementara itu, Kasrem 132 Tadulako Kolonel Inf Dwi Suharjo mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Imbauan juga ditujukan kepada pemilik restoran dan rumah makan agar menerapkan 3M kepada pengunjung.

Selain PSPB, secara lengkap SE gubernur itu memuat delapan poin. Gubernur Longki dalam surat ituitu menekankan pentingnya menegakkan Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 32 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Gubernur mengatakan perlunya memperketat pemantauan dan pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19 di tempat-tempat keramaian, seperti: restoran, cafe, tempat wisata, mal, pasar dan tempat-tempat yang melaksanakan hajatan/pesta.

Dalam SE itu, gubernur juga mengatakan setiap pelaku perjalanan dari luar daerah, baik via darat, laut dan udara yang akan memasuki wilayah Sulteng, wajib menunjukkan hasil pemeriksaan rapid tes antigen/swab PCR non reaktif yang berlaku 3×24 jam.

“Kabupaten/kota diharapkan meningkatkan tracking dan pengambilan sampel Covid-19 serta melaksanakan tindaklanjut hasil skrining,” tulis gubernur.

Gubernur juga minta untuk mengoptimalkan edukasi kepada masyarakat terkait penyebaran, penanganan dan pencegahan Covid-19 di masyarakat.

Kepada Pemda di Kabupaten dan Kota, Gubernur meminta agar menyiapkan gedung isolasi bagi penderita Covid-19 tanpa gejala. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Di akhir suratnya, gubernur berharap agar pemda se Sulteng menindaklanjuti surat edaran tersebut dan mensosialisasikannya ke masyarakat.

PTM Ditunda

Sementara itu mengantisipasi perkembangan penyebaran kasus Covid-19 yang terus meluas, Kepala Biro Humas Pemprov Sulteng, Drs Haris Kariming mengatakan, Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola telah menunda kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Penundaan PTM itu tertuang dalam surat edaran gubernur nomor 420/694/DIKBUD tertanggal 28 Desember2020. SE yang ditandatangani Gubernur H Longki Djanggola tersebut ditujukan kepada kepala daerah se Sulteng, Kanwil Kemenag dan Cabang Dinas pendidikan.

Dalam surat itu gubernur mengatakan, menyikapi data perkembangan konfirmasi positif Covid-19 di Sulteng, serta untuk menghindari penyebaran lebih meluas dari virus tersebut, dengan ini kepada bupati/wali kota se Sulteng diimbau untuk menunda kegiatan pembelajaran secara tatap muka langsung di semua satuan pendidikan, dan dialihkan secara pembelajaran jarak jauh, melalui daring/luring/modul, serta pembelajaran lain sejenis. Penundaan ini sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Reporter: Udin Salim, Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas