Home Internasional

Kombinasi Vaksin AstraZeneca dan dan Sputnik V untuk Mencegah Virus Corona

27
Ilustrasi. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kabar terbaru datang dari perusahaan pembuat vaksin AstraZeneca yang mengumumkan pihaknya akan segera bekerja sama dengan Institut Gamaleya Rusia untuk mengembangkan kombinasi vaksin virus corona mereka.

Vaksin AstraZeneca merupakan vaksin yang memiliki kemanjuran rata-rata 70,4%, berdasarkan pengumpulan data sementara dari uji klinis tahap akhir dan terbukti aman dan efektif. Sementara Rusia mengklaim Vaksin Sputnik V mempunyai efektivitas lebih dari 95 persen, sebanding dengan vaksin yang dikembangkan Pfizer dan Moderna. Jika kedua vaksin ini digabungkan apakah hasilnya akan lebih efektif? Berikut ulasannya:

Tahap Kerja Sama Baru

Kerja sama antara AstraZeneca dan lembaga penelitian sains Covid-19 didukung negara Rusia kemungkinan akan dilihat sebagai mosi percaya pada vaksin Sputnik V. Moskow. Pada bulan Agustus, Rusia menjadi negara pertama yang mendaftarkan vaksin untuk penggunaan darurat, meskipun ada peringatan dari otoritas dunia tentang hal itu.

CEO The Russian Direct Investment Fund Kirill, Dmitriev, dalam sebuah pernyataan mengatakan, keputusan AstraZeneca melakukan uji klinis menggunakan salah satu dari dua vector Sputnik V untuk meningkatkan kemanjuran vaksinnya merupakan langkah penting untuk menyatukan upaya dalam memerangi pandemi. Kami menyambut baik dimulainya kerja sama untuk membuat vaksin Covid-19 antara dua perusahaan ini.

Pemimpin redaksi The Lancet, Dr. Richard Horton juga menanggapi,  vaksin AstraZeneca memiliki keunggulan komparatif yang berbeda dibandingkan kandidat terkemuka lainnya. Dia mengklaim bahwa itu mungkin dapat menjadi salah satu vaksin yang mengimunisasi dunia lebih efektif dan cepat daripada kompetitornya. Hal ini karena vaksin AstraZeneca dalam pendistribusian akan lebih mudah disimpan dibandingkan vaksin virus Covid-19 lainnya. Selain itu, harganya lebih murah daripada yang dikembangkan Pfizer-BioNTech, Moderna dan lainnya.

Meskipun sebelumnya AstraZeneca telah dikritik karena beberapa metode yang digunakan dalam uji coba vaksin fase tiga dan kelompok usia yang dipilih untuk uji klinisnya. Peserta yang diuji dalam studi AstraZeneca banyak yang berusia di bawah 55 tahun sehingga menimbulkan pertanyaan tentang apakah vaksin akan efektif jika digunakan pada orang lanjut usia.

Vaksin yang Dikembangkan

Ilustrasi. (Foto: Ist)

Vaksin AstraZeneca dan Sputnik V Rusia dibuat dari versi modifikasi adenovirus atau virus flu biasa dengan vektor virus dari gen penyebab penyakit ini dihilangkan dan dimodifikasi. Hal ini untuk membawa instruksi genetik sehingga membuat protein lonjakan virus Corona yang diteruskan ke sel manusia. Protein lonjakan virus corona yang diproduksi akan memunculkan respons kekebalan tubuh untuk melawan virus Covid-19.

Masalah potensial dari vaksin ini adalah kekebalan anti-vektor, yaitu jika sistem kekebalan sebelumnya telah menemukan jenis adenovirus yang digunakan dalam vaksin, kemungkinan akan dihancurkan sebelum vaksin dapat memicu respons kekebalan tubuh. Inilah yang membuat kelompok peneliti Universitas Oxford memilih menggunakan adenovirus simpanse dibandingkan manusia.

Akan tetapi, kekebalan anti-vektor juga dapat mengurangi keefektifan suntikan jika menggunakan penyuntikan virus yang sama untuk kedua atau ketiga kalinya. Inilah yang mendasari untuk mencampur vaksin yang berbeda.

Konsep Penggabungan Vaksin

Konsep penggabungan vaksin disebut heterologous prime-boost dan telah digunakan dalam program vaksinasi penyakit lain. Berbeda dengan vaksin AstraZeneca, Sputnik V menggunakan dua vektor adenovirus manusia yang berbeda untuk memicu respons imun terhadap virus yang lebih kuat dan jangka panjang.

Itulah kombinasi vaksin AstraZeneca dan dan Sputnik V untuk Mencegah virus Corona. Anda bisa mendapatkan informasi perkembangan terkini seputar vaksin Corona di aplikasi Halodoc. Selain itu, Halodoc juga bisa menjadi media konsultasi layanan kesehatan dengan dokter yang profesional dan terpercaya melalui aplikasi ini. Jadi, yuk gunakan Halodoc sekarang juga!.(*)

Ayo tulis komentar cerdas