Home Hukum & Kriminal

2020, BNNK Palu Ungkap Dua LKN

27
SAMBUTAN - Kepala BNNK Palu, AKBP Baharuddin, saat menyampaikan sambutan di hadapan sejumlah wartawan di kegiatan press release akhir tahun, di kantor BNNK Palu, Senin, 28 Desember 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Moh. Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id Sepanjang 2020, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu berhasil mengungkap dua Laporan Kasus Narkotika (LKN), yang sebenarnya jika berdasarkan anggaran, maka  hanya satu LKN. Demikian dikatakan Kepala BNNK Palu, AKBP Baharuddin, dihadapan sejumlah wartawan, Senin, 28 Desember 2020.

“Dari dua LKN itu melibatkan 4 orang tersangka berhasil diamankan. Sementara itu jumlah barang bukti yang disita sepanjang 2020 oleh BNN Kota Palu yakni sabu 81.91 gram, 2 timbangan digital, 3 unit handphone, 1 unit motor Mio Soul dan uang tunai Rp6,7 juta,” ujarnya.

Baharuddin mengatakan dari seluruh kasus yang diungkap BNNK Palu juga berhasil mengidentifikasi enam jaringan sindikat narkoba yang masih menjalankan bisnisnya.

“Memang intervensi ataupun kampanye anti narkoba yang dilakukan pada 2020 tidak berjalan maksimal. Hal itu disebabkan kurangnya anggaran untuk melakukan penindakan, belum lagi wabah pandemi Covid-19 dan juga kurangnya dukungan dari pemerintah setempat,” katanya.

Kata dia, kampanye anti narkoba tahun ini tidak seperti di 2019, dimana biasanya BNN Kota Palu menghadirkan peserta hampir mencapai 600 orang. Tahun ini hanya bisa dilakukan secara virtual dengan hanya menghadirkan Forkompimda sebanyak 20 orang, sedangkan untuk pembentukan Relawan Anti Narkoba sebanyak 30 orang dan Satgas Anti Narkoba di lingkungan pendidikan SMP sebanyak 18 Satgas.

“Untuk itu kami berharap semua intansi terkait ke depan bisa bekerjasama memerangi narkoba di Kota Palu, utamanya Sulawesi Tengah. agar bisa turun dari peringkat 4 penyalahgunaan narkoba terbanyak di Indonesia menuju ke urutan 20,” ungkapnya.

Menurut Baharuddin, BNNK Palu telah mengidentifikasikan tiga lokasi rawan narkoba di Kota Palu, dan melakukan intervensi melalui program pemberdayaan anti narkoba di tiga lokasi kawasan perkotaan.

“Harapan kita ke depan ada dukungan pemerintah daerah sehingga semakin banyak bisa melakukan penindakan,” pungkasnya.

Kata dia, dalam tahun ini juga BNNK Palu telah melakukan tes urine sacara mandiri sebanyak empat kali, dengan peserta 162 orang. Dalam rangka upaya penyelamatan para penyalahguna dari jeratan narkoba, tahun ini Klinik Pratama Sangurara BNNK Palu meningkatkan kapasitas petugas rehabilitasi pada satu lembaga instansi pemeritah, yakni RSU Universitas Tadulako.

“Sementara itu jumlah penyalahguna yang sudah direhabilitasi oleh lembaga milik pemerintah sebanyak 63 orang,” katanya.

Baharuddin mengaku bahwa selama ini memang yang rawan terjadi aktivitas penyalahgunaan barang haram tersebut yakni Kecamatan Tatanga, Kelurahan Kayu Malue, Jl. Anoa, Kelurahan Tatura Utara Palu, Kelurahan Baru, dan Kelurahan Pantoloan.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas