Home Pendidikan

Irwan: Jika Kasus Covid-19 Meningkat, PTM Bisa Saja Ditunda

24
Irwan Lahace. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace mengungkapkan, sesuai instruksi Gubernur Sulteng secara lisan dalam pertemuan dengan Forkopimda dan beberapa elemen masyarakat belum lama ini, bahwa surat edaran tentang pembelajaran tatap muka yang dikeluarkannya pada 1 Desember 2020 bisa dicabut kembali apabila penularan pandemi Covid-19 meningkat.

“Sekarang kita ketahui bersama ternyata penyebaran Covid-19 bukan menurun, melainkan trendnya meningkat sesuai informasi grafis yang dirilis oleh Tim Gugus Tugas Provinsi Sulteng. Olehnya saya besok (hari ini-red) akan melaporkan kembali perkembangan Covid-19 kepada Bapak Gubernur,” kata jelas Irwan, di ruang kerjanya, Selasa, 22 Desember 2020.

Sebab kata Irwan, jika merujuk pada SKB empat menteri penentuan di buka atau tidaknya sekolah itu kewenanganya diserahkan ke pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur dan Bupati/Walikota.

“Jadi secara lisan Pak Gubernur sudah menginstruksikan kepada saya, apabila kasusnya meningkat beliau akan menunda pembelajaran tatap muka di 2021,” ungkapnya.

Selain itu juga kata Irwan, sesuai informasi dari media sosial maupun media cetak dan elektronik, ada dua lembaga belum merekomendasikan pembelajaran tatap muka diselenggarakan pada satuan pendidikan. Dua lembaga itu adalah Persatuan Ikatan Dokter Ahli Anak Indonesia dan Komisi Perlindungan Anak (KPIA).

“Kita akan lihat di Februari kalau memang trendnya masih meningkat, bisa jadi pembelajaran tatap muka ditunda sehingga masih daring, karena Pak Gubernur ini akan lebih bijak dalam mengambil sikap dalam menyambut 2021, karena sesuai rencana pada semester genap SMA/SMK bakal laksanakan tatap muka,” katanya.

Menurut Irwan, kebijakan soal pembelajaran tatap muka ini pasti akan dikomunikasikan dengan Kadis Pendidikan di kabupaten/kota, bahkan dengan pihak legislatif dalam hal ini Komisi IV untuk meminta masukan-masukan terkait pembelajaran tatap muka.

“Untuk kesiapan sarana prasarana pencegahan Covid-19 di jenjang SMA/SMK yang berada di bawah kewenangan saya. Untuk protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, thermo gun, serta akses dari sekolah ke layanan kesehatan itu sudah terpetakan,” ujarnya.

Irwan mengatakan, dari uji petik di kabupaten yang dikunjunginya seperti Poso, Sigi, Donggala dan Palu, kesiapan dari segi sapras di SMA/SMK dan SLB sudah siap.

“Tetapi persoalannya saat ini ada peningkatan kasus lagi, sehingga sekarang ada tiga wilayah dinyatakan zona merah diantaranya Parimo, Morowali, dan Palu, hal ini mungkin akan menjadi pertimbangan ke depannya. Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga kondisi kembali normal seperti biasanya,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas