Home Sulteng

Rapid Antigen untuk Semua Pelancong

29
Sumarno. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Dishub Sulteng Perketat Pengawasan Bandara dan Perbatasan

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulteng, Sumarno, mengungkapkan kewajiban rapid test antigen Covid-19 berlaku bagi semua pelacong atau pelaku perjalanan dalam rangka Natal dan Tahun Baru.
Pelaku perjalanan antar provinsi, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara wajib menunjukkan hasil pemeriksaan rapid test antigen atau swab test saat masuk ke wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Pemberlakuannya bersifat umum, semua kena aturan itu, termasuk di Sulawesi Tengah,” ungkap Sumarno kepada Metrosulawesi, Selasa, 22 Desember 2020.

Tak hanya penumpang, sopir bus juga wajib memiliki hasil pemeriksaan rapid test antigen yang datang dari provinsi lain. Rapid dilakukan secara mandiri di pusat pelayanan kesehatan dari daerah asal perjalanan.

Dishub se-Sulteng kata Sumarno memperketat pengawasan di bandara-bandara dan perbatasan. Personel Dishub kabupaten/kota ditugasi melakukan pemeriksaan di pos-pos penjagaan. Itu karena posisi sebagian kabupaten/kota di Sulteng yang masih berstatus zona merah covid-19.

“Kami di provinsi tidak turun, hanya menugasi Dishub kabupaten/kota menjaga pos perbatasan,” ujarnya.

Menurut Sumarno, pemeriksaan melalui bandara saat ini semakin ketat karena secara online.

Selain itu, pelaku perjalanan yang menggunakan penerbangan wajib memiliki hasil pemeriksaan rapid antigen sebelum ke daerah tujuan.

Namun, keharusan melakukan rapid test antigen tidak berlaku bagi pelaku perjalanan yang hanya melintas di wilayah Sulteng. Pelaku perjalanan yang hanya melintas diberi pengecualian.

Sumarno mengajak pelaku perjalanan untuk menaati aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Yang terpenting pula, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan saat melakukan perjalanan.

“Marilah kita sama-sama menjaga karena kalau tidak ketat tak akan ada habisnya ini covid-19,” pungkas Sumarno.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas