Home Palu

MKKS SMP Usulkan Empat Sekolah Penggerak

23
Ramlah M Siri. (Foto: Metrosulawesi/ Moh. Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Palu, Ramlah M Siri mengatakan, pada tahun depan, Kota Palu masuk dalam kategori kota penggerak pendidikan, yang merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI).  

“Insyaallah jika tidak meleset kota penggerak pendidikan itu akan diresmikan pada 15 Januari 2021 oleh Mendikbud RI,” kata Ramlah, di Palu, Senin, 21 Desember 2020.

Ramlah mengatakan, ada beberapa sekolah yang ditunjuk menjadi salah satu sekolah penggerak, dimana dalam sekolah itu ada kepala sekolah dan guru penggerak.

“Dengan catatan bagaimana mereka bisa menggerakkan semua kompetensi yang ada di sekolah itu, sampai pada tingkat kota bisa melakukan suatu gerakan yang mau memajukan pendidikan lebih baik lagi. Dan kami dari MKKS sudah mengusulkan beberapa sekolah, sebanyak empat sekolah yang diusulkan yakni  tiga negeri satu swasta yang akan dijadikan sebagai sekolah penggerak,” ujarnya.

Kata Ramlah, sekolah-sekolah yang diusulkan MKKS itu memang di dalamnya sudah ada guru penggerak yang telah lolos seleksi tingkat nasional.

“Kami usulkan kemarin itu ada SMPN 1 Palu, SMPN 4 Palu, SMPN 9 Palu, dan SMP Al Azhar Mandiri Palu,” ungkapnya.

Menurut Ramlah, keempat sekolah itu dinilai sudah memenuhi syarat tertentu yang ditetapkan oleh Kemendikbud RI.

Sebelumnya, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah  (MKKS) tingkat SMP negeri dan swasta se-Kota Palu menggelar rapat dengan seluruh Kepala Sekolah membahas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di 2021.  Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, H. Ansyar Sutiadi, di SMP Negeri 9 Palu, belum lama ini.

Ansyar mengatakan, dari hasil rapat MKKS itu seluruh kepala sekolah (kepsek) memutuskan target pelaksanaan pembelajaran tatap muka dilakukan pada Januari 2021.

“Untuk itu bagi sekolah yang telah siap melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah diharapkan menjaga komitmen dan kualitas sarana prasarana dalam mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah,” kata Ansyar. 

Selain itu, Ansyar mengatakan, terkait mekanisme penerapan physical distancing, dan pembagian shift di kelas, masih akan dibahas dan menunggu masukan dari masing-masing guru mata pelajaran.

“Target kami Januari ketika sudah siap laksanakan PTM, persiapan pembelajaran tatap muka, kita serahkan kepada Ketua MKKS untuk menyepakati shift pembagian peserta didik di kelas, karena SMP berbasis guru mata pelajaran, sehingga saran-saran mereka nantinya yang akan kami masukan dalam buku panduan protokol pendidikan berbasis prokes,” ujarnya.

Ansyar mengatakan, terkait waktu pelaksanaan pembukaan sekolah untuk tatap muka dikembalikan ke sekolah masing-masing.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas