Home Palu

Ketapang Kencana Jadi Pohon Pengganti

34
PELEBARAN JALAN - Kondisi Jalan RA Kartini Kota Palu saat awal-awal proses pengerjaan proyek pelebaran jalan pada 16 Oktober 2020 lalu. (Foto: Metrosulawesi/ Faiz)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang (Kabid) Binamarga Dinas PU Kota Palu, Nur Larisa mengungkapkan, beberapa hari ke depan atau sebelum masa kontraknya berakhir, proyek pelebaran Jalan Kartini dan Jalan Anoa akan selesai.

“Kami juga telah menyiapkan pohon pengganti yaitu ketapang kencana untuk ditanam di sepanjang Jalan Kartini dan Jalan Anoa. Insyaallah setelah pengaspalan, penanamannya akan kami mulai,” kata Nur Larisa saat dihubungi melalui ponselnya belum lama ini.

“Kemarin komitmen kami satu pohon ditebang kami ganti tiga pohon. Mungkin jarak penanaman antar pohon per 5 meter, supaya nanti ketemu rindangnya,” ungkapnya lagi.

Sementara terkait proyek Jalan Anoa, Nur Larisa mengungkapkan saat ini masuk tahapan pembuatan badan jalan, yang artinya tidak lama lagi juga akan selesai.

“Jalan Anoa itu dari lebar 6 meter, kami tambah menjadi 8 meter. Jadi dari Jalan Kartini, kami akan langsung beralih ke Jalan Anoa. Karena Jalan Anoa itu tinggal persiapan pembangunan badan jalan, setelah itu langsung pengaspalan,” katanya.

“Dan memang itu membutuhkan proses, diantaranya timbunannya harus dipadatkan, kemudian dilakukan lagi pengujian kepadatan, dan lainnya. Tetapi kami upayakan sebelum tanggal kontrak,semua pekerjaan ini berakhir,” jelasnya.

Sebelumnya, Ombudsman Sulteng menyoroti pre constructing proyek pelebaran Jalan Kartini dan Jalan Anoa yang tidak melibatkan pihak terkait lainnya, selain Dinas PU Kota Palu dan pihak kontraktor.

Menanggapi hal ini, Kepala  Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, Nur Larisa mengakui hal itu.

“Kami mengakui memang pada waktu prose situ kami belum melibatkan, jadi bukan tidak melibatkan pihak terkait lainnya. Dan sebenarnya memang kami harus melibatkan stakeholder lainnya yang punya wewenang kesitu, seperti WALHI, karena ini kan memang pekerjaan yang mengarah pada pembangunan daerah kita,  dan memang perlu masukan-masukan,” kata Nur Larisa melalui sambungan ponselnya, Senin, 21 Desember 2020.

“Dan ke depannya kita akan melakukan hal seperti apa yang dikatakan Ombudsman Sulteng, sehingga nantinya pembangunan di Kota Palu itu sesuai dan sejalan dengan apa yang kita semua harapkan.”

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas