Home Palu

Jabatan Kabag-Kasubag Dihapus

55
Prof Mahfudz MP. (Foto: Dok)

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Prof Dr Ir Mahfudz MP, mengungkapkan jabatan kepala bagian (kabag) dan kepala subbagian (kasub) di lingkungan Universitas Tadulako (Untad) akan dihapus mulai 2021 mendatang.

“Perlu kami sampaikan bahwa sesuai dengan Peraturan Presiden mulai tahun depan (2021) sudah tidak ada lagi posisi Kabag maupun Kasubag. Sehingga saya berharap kepada kepala biro agar lebih memperkuat instrument untuk menilai SKP tersebut,” ungkap Prof Mahfudz saat Sosialisasi dan Workshop Sasaran Kerja Pegawai di Untad, pada Kamis, 17 Desember 2020.

“Komitmen kita sebagai ASN adalah untuk menjalankan tugas dengan sunguh-sungguh agar kinerja di lingkungan Untad bisa lebih membanggakan kedepannya. Semua pegawai dinilai berbasis kinerja,” tambahnya.

Prof Mahfudz menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sehingga tahun depan diharapkan ada peningkatan mutu untuk setiap pegawai. Diingini jajarannya bekerja dengan sistem informasi dan teknologi yang lebih baik.

Diketahui, perampingan jabatan dicetuskan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Untuk Untad, rencana perampingan jabatan pertama kali dikemukakan Rektor Prof Mahfudz pada Maret 2020.

“Jabatan yang akan dihapus Kabag dan Kasubag, bukan hanya di Untad, semua perguruan tinggi negeri yang memiliki jabatan struktural. Ini amanat Kementerian PAN-RB, kita hanya melaksanakan. Saat ini di Untad cukup banyak pejabat Kabag dan Kasubag, jumlahnya ada di kepegawaian,” ungkap Rektor saat pelantikan Dekan FKIP, Dr Amiruddin Kade S.Pd M.Pd, dan jajaran beserta pejabat eselon III dan IV di Lantai II Gedung Media Center Untad, Senin, 9 Maret 2020.

Rektor menerangkan seyogianya penghapusan jabatan Kabag dan Kasubag mulai Mei 2020. Namun karena beberapa pertimbangan sesuai petunjuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), penghapusan diundur.

Prof Mahfudz mengatakan ASN yang terdampak penghapusan akan dialihkan menjadi pejabat fungsional. Dipastikan penghapusan jabatan dari struktural ke fungsional tidak akan memangkas hak keuangan (penghasilan) yang selama ini diterima.

Hanya saja yang membedakan kewenangan sebagai esolan III dan IV yang selama ini melekat menjadi dihilangkan. Kewenangan kini berubah menjadi fungsi dalam memberikan pelayanan.

Dengan penghapusan pula ditegaskan tidak boleh lagi ada pandangan terkait jabatan basah dan kering. Penilaian saat ini murni berdasarkan fungsi pelayanan yang diberikan masing-masing pegawai.

“Kedepan posisi yang sangat strategis adalah kepala biro. Kepala biro-lah yang menjadi penguasa tunggal dalam menangani personel dan personalia yang ada di suatu unit,” tandas Rektor.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas