Home Palu

Bisa Isi BBM di Untad

25
BAHAS PERTASHOP - Rektor Untad, Prof Mahfudz didampingi jajaran saat berkunjung ke pihak pertamina pada Jumat, 4 Desember lalu. (Foto: Dok Humas Untad)

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam waktu dekat, Pertamina akan membangun Pertashop di Universitas Tadulako (Untad). Dengan demikian, kebutuhan terhadap bahan bakar minyak (BBM) bisa diisi di Untad. Pembangunan Pertashop sebagai tindak lanjut atas perjanjian kerjasama yang sebelumnya antara Untad dengan Pertamina.

“Sebagai perguruan tinggi berstatus Badan Layanan Umum (BLU), Universitas Tadulako terus meningkatkan pendapatan dari berbagai sumber untuk mendukung peningkatan pelayanan Tri Darma Perguruan Tinggi,” ujar Rektor Untad, Prof Mahfudz, Senin, 21 Desember 2020.

Prof Mahfudz menjelaskan ia bersama Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Prof Dr Ir Amar ST MT, Ketua LPPM Untad, Dr M Rusydi, M. Si dan Sekretaris LPPM, Dr Ir Ramlan MP, telah melakukan kunjungan ke pihak pertamina pada Jumat, 4 Desember lalu. Dalam kunjungan tersebut, Rektor Untad dan jajaran diterima oleh Jonathan Prastono selaku pihak dari PT Pertamina Persero.

Pertemuan tersebut membahas tentang penguatan kerjasama terkait pembangunan Pertashop yang rencananya akan dibangun di lingkungan Untad. Pertashop sendiri merupakan lembaga penyalur Pertamina skala kecil yang disiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM Non Subsidi, LPG Non Subsidi dan produk Pertamina Ritel lainnya yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain.

Skema Bisnis Pertashop ini terbagi dua yaitu Skema Company Owned Company Operated (COCO) dan Company Owned Dealer Operated (CODO). Skema COCO artinya Biaya Investasi dan Biaya Operasi oleh MITRA . Sementara Skema CODO berarti Biaya Investasi berasal PT. Pertamina dan Biaya Operasi MITRA. Prof Amar mengemukakan bahwa Untad sebagai Mitra Pertamina dalam hal ini menggunakan skema bisnis CODO.

 “Jadi Pertashop ini seperti SPBU mini yang resmi bermitra dengan Pertamina. Tujuannya yaitu untuk memenuhi kebutuhan institusi dan masyarakat sekitar. Nantinya Harga yang dijual di Pertashop tetap sama dengan BBM yang dijual di SPBU Pertamina. Namun untuk saat ini, rencananya Pertashop Untad yang akan dibangun hanya akan menjual BBM Non Subsidi seperti Pertamax, karena memang program Pertashop ini merupakan kiat dari PT Pertamina untuk menggalakan penggunaan BBM Non Subsidi.” kata Prof Amar

Lebih lanjut beliau menerangkan bahwa untuk pasokan BBM dalam Pertashop akan tetap dipasok langsung dari Pertamina sama seperti di SPBU Pertamina pada umumnya. Untad hanya perlu menyediakan lahan serta pengelolanya. Adapun pembangunan Pertashop ini membutuhkan lokasi sebesar 150 M2.

“Untuk lokasinya masih akan nanti kita lihat di lokasi mana yang strategis, ada beberapa alternative lokasi yang nantinya akan diberikan kepada pihak pertama yang nantinya akan disurvey oleh pihak Pertamina” terang Prof Amar.

Bila seluruh proses tahapan penyelenggaraan Pertashop ini dilakukan, Untad nantinya akan menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang mengelola Pertashop.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas