Home Inspirasi

Tiga Bulan Hafal 30 Juz, Jadi Inspirasi bagi Orang Tua

49
TALKSHOW ALQUR’AN - Muhammad Naja, Hafiz Cilik Indonesia 2019 (tengah) saat hadir di Talkshow Al-Quran yang digelar Yayasan Otak Kanan Indonesia Palu, di Gedung Jodjokodi Convention Center (JCC), Ahad, 20 Desember 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Muhammad Naja, Hafiz Cilik yang Lumpuh Otak Hadir di Palu

Muhammad Naja, Hafiz Cilik Indonesia 2019 hadir di Palu atas undangan Yayasan Otak Kanan Indonesia Palu. Naja memberikan motivasi dalam acara talkshow Alquran di Gedung di Gedung Jodjokodi Convention Center (JCC), Ahad, 20 Desember 2020.

ANAK bernama lengkap Muhammad Naja Hudia Afifurrohman itu baru berusia 10 tahun tapi sudah menjadi seorang Hafiz Alqur’an 30 Juz. Dia telah menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak lain dalam hal pendidikan.

Sementara itu Ibu Naja, Dahlia Andayani menjelaskan bahwa sejak kecil Naja telah divonis oleh dokter sebagai penderita kelumpuhan otak. Dimana Naja tidak dapat menggerakkan tubuhnya karena gangguan di saraf motoriknya.

“Namun sejak kecil sering didengarkan ayat-ayat Al-Quran kepada Naja. Dari situ saya tahu bahwa Naja memiliki kelebihan di indera pendengarannya,” jelasnya.

Tak seperti anak-anak seusianya yang dapat bebas bermain dan berlari, Naja telah menderita cerebral palsy atau lumpuh otak sejak lahir. Penyakit ini membuat motoriknya tidak dapat dikendalikan dan mengharuskannya duduk di kursi roda.

Kendati demikian, Naja adalah anak yang istimewa. Bagaimana tidak, ia berhasil memukau khalayak lewat kemampuannya yang dapat menghafal 30 juz Alquran lengkap dengan ayat, surat serta halamannya.

“Saya sebagai ibu tidak pernah menyangka sebegitu cepatnya menghafal Alquran dan saya kagum sebagai ibu dia hafal sampai halaman-halamannya,” jelas Dahlia Andayani, ibu Naja dalam acara Hafiz Indonesia 2019.

“Hanya sepotong ayat disebutkan, belum selesai dia sudah tahu ini dan halaman ini. Mamanya nggak pernah ajarin,” lanjut sang ibunda.

Ketua Yayasan Otak Kanan Palu, Nur Ilham mengungkapkan, ada beberapa rangkaian kegiatan dilakukan yang pertama itu adalah Talkshow Al-Quran bersama Hafiz Cilik Indonesia 2019 yang bernama Muhammad Naja.

“Naja merupakan motivasi dan inspirator dimana memiliki keterbatasan otak, tetapi bisa menghafal Quran dalam waktu yang sangat singkat tiga bulan dapat hafal 30 juz. Dan alhamdulillah Naja didampingi oleh Syekh Ahmad dari Mesir Kairo, syekh ini merupakan dokter dan juga sebagai pengajar atau dosen dari Mesir,” kata Ilham.

Menurut Ilham, tujuan dari Talkshow ini untuk memotivasi dan menjadi inspirasi kepada seluruh orang tua atau masyarakat Kota Palu, agar lebih semangat untuk menjadikan anaknya sebagai para penghafal Quran.

“Kemudian rangkaian kedua adalah wisuda akbar penghafal Quran dari Sekolah Otak Kanan. Alhamdulillah dalam setahun kami sudah mencetak 12 orang yang sudah menyelesaikan 30 juz, dan hari ini dihadiri oleh 91 orang yang diwisuda,” ujarnya.

Ilham mengatakan, 91 siswa-siswi ini diharapkan juga menjadi contoh atau komitmen dari lembaganya, bahwa Sekolah Otak Kanan ini berkomitmen untuk mencetak para penghafal Quran di Kota Palu dan Sulteng.

“Selain itu juga ada pameran dari beberapa sponsor, dan yang menghadiri kegiatan ini adalah masyarakat umum,” ungkapnya.

Menurut Ilham, para masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan tersebut diberikan kupon donasi, atau seperti tiket namun tujuanya adalah kupon donasi.

“Jadi sebagian dari kupon itu diperuntukkan untuk para penghafal Quran dari kaum duafa dan anak yatim,” katanya.

Kegiatan itu dihadiri oleh Ketua MUI Provinsi Sulteng, Habib Ali bin Muhammad Aljufri, serta penjabat dari Pemerintah Provinsi Sulteng.

Sementara itu Naja seorang anak Hafiz Quran, yang kini usianya baru 9 tahun, mengaku senang bisa datang ke Palu.

“Saya senang bisa ketemu teman-teman di Palu,” ungkapnya saat menjawab pertanyaan dari moderator. (del/bs)

Ayo tulis komentar cerdas