Home Palu

Palu Jadi Prioritas Implementasi Sekolah Penggerak

24
Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi, mengungkapkan, setelah dirinya mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, di Makassar membahas tentang sekolah penggerak, Kota Palu akan menjadi salah satu prioritas pelaksanaan sekolah penggerak di Indonesia.

“Alhamdulillah Kota Palu menjadi prioritas untuk implementasi sekolah penggerak di 2021, jika tidak ada perubahan pada 15 Januari 2021 akan dilakukan MOU atau perjanjian kerjasama dengan Mendikbud RI, serta seluruh kepala daerah terpilih sekitar 100 daerah direncanakan tahap 1 mengimplementasikan guru penggerak pada tahun ajaran 2021/2022,” kata Ansyar, di Palu, belum lama ini.

Namun kata Ansyar, untuk finalisasinya pada Januari 2021, semoga tidak meleset rencana pemerintah tersebut.

“Sekolah Penggerak ini adalah program untuk meningkatkan mutu pendidikan berbasis sekolah, karena kita ketahui pendidikan ini tujuannya sekolah, akan ada banyak tahapan-tahapan terhadap sekolah sehingga bisa lebih bermutu dan berkualitas,” ujarnya.

Contohnya kata Ansyar, seperti kepala sekolah, guru, bahkan pengawas pembinanya dilatih secara khusus oleh Kemendikbud RI.

“Bahkan akan ada perubahan dan penyesuaian kurikulum, serta dukungan sarana dan prasarana. Sehingga sekolah penggerak ini betul-betul tercapai tujuanya,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace, bersama sejumlah Kepala Bidang lingkup Disdikbud Sulteng melakukan kunjungan silaturahmi kepada Kepala Disdikbud Palu beserta pejabat lainnya, Senin, 14 Desember 2020.

Irwan Lahace disambut langsung oleh Kadisdikbud Palu, Ansyar Sutiadi, didampingi Kepala Bidang Ketenagaan, Imam Sutarto, serta Kabid SD, Yabidi, di ruang kerja Kadisdikbud Palu, 

Irwan Lahace mengungkapkan, Kota Palu adalah barometer dari Provinsi Sulteng dan persoalan pendidikan ini tentunya tidak boleh dibelunggu dengan regulasi yang ada. Jika itu terjadi pasti korbannya adalah masyarakat.

“Olehnya itu menjalin silaturahmi ini adalah hal-hal yang memang bisa dibijaksanai, dalam artian tidak menabrak hal-hal yang terlalu prinsip, dan persoalan pendidikan hal ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.

Kata Irwan, kunjungan ini tentunya terkait dengan pemutuan pendidikan ke depannya, olehnya itu tidak ada salahnya jika dirinya sowan (silaturahmi) ke Kepala Disdikbud Palu.

“Kita dalam meninggalkan sesuatu harus ada hal-hal yang bisa ditiru ataupun dilakukan oleh teman-teman sebelumnya. Maka kami berharap Kota Palu ini yang merupakan barometer provinsi, dapat menjadi suatu lokomotif di dalam pengembangan SDM terutama di dunia pendidikan ke depan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas