Home Ekonomi

109.423 Debitur Terdampak Covid Dapat Keringanan

26
Gamal Abdul Kahar. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)
  • Penyaluran KUR di Sulteng Rp1,5 Triliun

Palu, Metrosulawesi.id – Tidak hanya bencana alam, pandemi Covid-19 di Sulteng juga berdampak bagi debitur di sejumlah bank di daerah ini.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng, Gamal Abdul Kahar, mengatakan, selama pandemi Covid-19 hingga kini pihaknya telah merestrukturisasi kredit debitur sebanyak 109.423.

“Restrukturisasi kredit itu mencapai Rp2,6 triliun dengan total 40.769 debitur,” katanya kepada wartawan di Palu, Sabtu 19 Desember 2020.

Terhadap puluhan ribu debitur itu, antara lain: 275 debitur Bank Sulteng dengan total baki debit sebesar Rp78,98 miliar; sebanyak 67.029 debitur perusahaan pembiayaan dengan total baki debit sebanyak Rp2,3 triliun; 606 debitur Bank Perkreditan Rakyat (BPR) total baki debit sebanyak Rp41,49 miliar; dan 744 debitur Industri Jasa Keuangan (IJK) lainnya dengan total baki debit Rp28,47 miliar.

Gamal mengatakan, kelonggaran kredit yang diberikan tersebut dapat meringankan para debitur. Apalagi mereka rata-rata adalah pelaku UMKM dalam menghadapi kesulitan ekonomi karena Covid-19.

Selain melakukan restrukturisasi kredit, OJK juga telah melakukan beberapa program dalam rangka peningkatan akses keuangan masyarakat. Program-program tersebut, di antaranya: Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai), Bank Wakaf Mikro, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Sinergi dan Guideline (Jaring), Jangkau, dan Business Matching.

“Kami mengharapkan adanya dukungan maupun kerja sama antara stakeholder dan pelaku usaha UMKM sehingga dapat bangkit di masa penuh tantangan saat ini,” harapnya.

Di bagian lain, Gamal juga mengatakan, pihaknya telah mendorong berbagai program untuk peningkatan inklusi keuangan masyarakat. Hal itu katanya sejalan dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diluncurkan pemerintah untuk menekan dampak Covid-19.

KUR Capai Rp1,5 T

OJK mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Tengah hingga mendekati penghujung tahun 2020 telah mencapai Rp1,5 triliun.

“Data penyaluran KUR posisi 30 November sebesar Rp1,5 triliun yang disalurkan dalam lima skema yaitu skema KUR Mikro, KUR Kecil, KUR Super Mikro, KUR Ultra Mikro dan KUR Tenaga Kerja Indonesia,” kata Gamal.

Ia menjelaskan penyaluran kredit dengan skema KUR Mikro telah mencapai Rp901 miliar, kemudian KUR Kecil senilai Rp641miliar, KUR Super Mikro Rp24 miliar, KUR Ultra Mikro Rp12 miliar dan KUR Tenaga Kerja Indonesia Rp58 juta.

Total debitur yang menerima dana KUR dalam lima skema tersebut berjumlah 41.573 debitur.

Selain itu, tambah dia, penyaluran kredit ke Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Sulteng melalui penempatan dana pemerintah melalui Himpunan Bank Negara (HIMBARA) hingga kini mencapai Rp964,1 miliar.

Rinciannya adalah Bank Mandiri sebesar Rp275,4 miliar, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rp575,1 miliar, Bank Nasional Indonesia (BNI) Rp70,3 miliar dan Bank Tabungan Negara (BTN) Rp43,3 miliar.

“OJK Sulteng aktif memantau penempatan dana pemerintah Bank HIMBARA. Berbagai stimulus pemerintah seperti penempatan dana pemerintah di industri perbankan dapat mendorong penyaluran kredit,” kata Gamal. (din/ant)

Ayo tulis komentar cerdas