Home Palu

Untad Gencar Jalin Kerjasama di Berbagai Bidang

25
PENANDATANGANAN - Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Mahfudz MP dan Kepala Taman Nasional Kepulauan Togean Sulawesi Tengah, Ir. Bustang saat menandatangani kerjasama bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Senin, 14 Desember 2020. (Foto: Dok. Humas Untad)

Palu, Metrosulawesi.id – Mengakhiri tahun 2020, Universitas Tadulako (Untad) genjar melakukan kerjasama dalam berbagai bidang. Terbaru, kerjasama bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan Taman Nasional Kepulauan Togean.

Kesepakatan kerjasama diteken melalui MoU Nomor 7516/UN.28/KS/2020 tentang kerjasama dalam bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Senin, 14 Desember 2020.

Lembar kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Mahfudz MP dan Kepala Taman Nasional Kepulauan Togean Sulawesi Tengah, Ir. Bustang. Prof Mahfudz menerangkan kerjasama tersebut nantinya akan berlaku selama lima tahun kedepan. “Dapat juga diperpanjang kembali tapi dengan persetujuan kedua belah pihak,” ucap Rektor.

Usai penandatanganan, Rektor yang didampingi Dr. Muhammad Nur Ali, M.Si selaku Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan kemudian menyerahkan cendramata kepada Kepala Taman Nasional Kepulauan Togean.

Pada hari yang sama bertempat di Gedung Media Center Lantai II Untad, kerjasama juga disepakati dengan Pemerintah Kabupaten Donggala dan LPPM Untad terkait Implementasi e-office: Sistem Persuratan Kantor dan Disposisi Online (Sipakpos) Sekretariat Daerah Kabupaten Donggala.

Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Rustam, menuturkan latar belakang pentingnya sistem persuratan kantor dan disposisi online untuk segera diterapkan dalam sistem pemerintahan di Kabupaten Donggala.

“Melihat pengalaman kami selama ini, sistem persuratan dan disposisi yang tidak dikelola secara digital memang tidak terlalu efesien secara waktu. Misalnya saat membuat dan mengkoreksi surat itu biasanya butuh waktu sekitar stengah jam. Kemudian surat tersebut masih harus menunggu untuk dikoreksi lagi di beberapa tahapan baru kemudian di paraf. Setelah itu masih ada beberapa lagi tahapan lainnya terkait surat menyurat hingga surat tersebut masuk kepada Bupati. Setelah surat di tandatangani Bupati, perjalanan menempuh Daerah Sojol misalnya membutuhkan waktu yang cukup lama karena jaraknya yang berkisar 250 km,” tuturnya.

“Perjalanan surat tersebut pada akhirnya membutuhkan waktu sekitar 4 hari untuk sampai tujuan yang tentu berpengaruh pada kinerja ASN. Melihat hal tersebut, peningkatan persuratan melalui cara digital dirasa sangat perlu untuk diterapkan segera karena akan sangat menghemat waktu. Kami berharap dengan adanya kerjasama Pemkab Donggala dengan LPPM Untad dapat menjadi solusi dari tantangan yang selama ini kami hadapi terkait sistem persuratan kantor dan disposisi,” tandas Rustam.

Rektor mengapresiasi kepercayaan Pemkab Donggala kepada Universitas Tadulako terkait pembangunan digital di daerah tersebut. Menurutnya keputusan Pemkab Donggala menggandeng LPPM Untad implementasi e-office merupakan kolaborasi yang sangat luar biasa bagi Universitas Tadulako.

“Di era seperti saat ini memang sangat strategis untuk melakukan aktivitas pemerintahan secara digital. Semua tahapan proses administrasi akan semakin lebih mudah,” tandas Prof Mahfudz.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas