Home Ekonomi

Wagub Minta TPID Pantau Stok Pangan

19
SERAHKAN CENDERA MATA - Kepala BI Sulteng, L. Abd Majid Ikram (kiri) menyerahkan cendera mata kepada Wagub Dr H Rusli Dg Palabbi di sela acara HLM Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulteng, di Palu, Selasa 15 Desember 2020. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)
  • Kepala BI: 2021, Tantangan Inflasi Lebih Berat

Palu, Metrosulawesi.id – Wakil Gubernur dan juga Ketua TPID Sulteng, Dr H Rusli Dg Palabbi berharap ke semua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memantau ketersediaan stok kebutuhan pokok masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru. Termasuk memantau kelancaran distribusi dan keterjangkauan harga.

Demikian antara lain dikatakan Wagub pada saat membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Tengah, di Palu, Selasa 15 Desember 2020.

Tidak hanya soal stok dan harga kebutuhan, Wagub juga meminta agar pihak Pertamina menjaga stok kebutuhan bahan bakar dan LPG 3kg guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama perayaan Natal dan tahun baru.

Wagub mengatakan, inflasi di Sulteng pada November 2020 berada di angka 2,20 persen (yoy). “Ini perlu dijaga dengan penguatan program pengendalian inflasi itu sendiri,” kata Wagub.

Kepala Perwakilan BI, L. Abd Majid Ikram, mengatakan, pada tahun 2021 akan terjadi tantangan inflasi yang lebih berat, pasca dilakukannya vaksinasi covid-19 yang akan menimbulkan pemulihan ekonomi dan meningkatkan kunjungan baik di tempat wisata maupun pusat perbelanjaan.

Dirinya berharap TPID dapat bekerja maksimal guna memenuhi keterjangkauan harga, kecukupan pasokan, kelancaran pasokan dan kecukupan produksi sebagaimana pesan dari Presiden Ir. Jokowidodo.

“Saya berharap semua anggota tim pengendalian inflasi untuk terus meningkatkan koordinasi dan bekerjasama antar anggota tim serta terus mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan dan mencari solusi untuk mengatasi permasalahan terkait dengan pengendalian laju pertumbuhan inflasi,” harapnya.

Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Dr. Rudianto, SE, MM selaku panitia pelaksana dalam laporannya mengatakan kegiatan HLM TPID dilaksanakan selama sehari, tepatnya pada hari Selasa 15 Desember 2020 bertempat di Hotel Swiss Ball Hotel dengan mengangkat tema ‘Antisipasi potensi inflasi menjelang Hari Natal, Tahun Baru dan fenomena lanina di Sulawesi Tengah’.

Adapun maksud dilaksanakannya kegiatan yang diikuti 50 orang itu untuk menyamakan persepsi, evaluasi dengan tujuan sinkronisasi antara OPD terkait inflasi daerah, pengambilan langkah ekonomi ditengah pandemic covid-19, sharing informasi dan sebagainya.

Jamin Persediaan

Terpisah, Asisten II Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Kesejahteraan Kantor Gubernur Sulteng, Elim Somba mengatakan, pihaknya menjamin persediaan barang/bahan kebutuhan pokok di seluruh kabupaten/kota di daerah itu cukup aman, meski ke depan ada dua kegiatan besar yakni Natal dan Tahun Baru.

“Kami melalui tim TPID dan satgas pangan yang ada selalu berkoordinasi untuk menjamin pasokan, distribusi dan harga kebutuhan pokok agar selalu tersedia dalam jumlah memadai baik di tingkat distributor maupun di pengecer,” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan rapat koordinasi bersama seluruh instansi terkait,BUMN dan distributor, bahwa stok pangan dan lainnya dijamin mencukupi kebutuhan masyarakat.

Distributor, kata dia telah mengantisipasi peningkatan permintaan terhadap beberapa komoditi tertentu dengan menambah pasokan secara memadai.

Seperti minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, mantega, susu dan komoditi lainnya.

“Ini komoditi yang paling dibutuhkan masyarakat menghadapi hari raya Natal 25 Desember 2020 dan Tahun Baru, 1 Januari 2021,” katanya.

Mengantisipasi kenaikan harga beberapa komoditi, Pemprov Sulteng mencoba melakukan intervensi pasar melalui kegiatan pasar murah dan juga tim satgas pangan turun ke pasar-pasar untuk mengawasi pergerakan harga.

“Kita sangat berharap melalui kegiatan ini, harga bisa ditekan,” kata Elim.

Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan antara lain, bawang merah, bawang putih, gula pasir dan minyak goreng.

Gula pasir dijual pedagang saat ini berkisar Rp13.000/kg, minyak goreng Rp14.000/liter, bawang merah Rp40.000/kg dan bawang putih Rp30.000/kg.

Perum Bulog Sulteng berdasarkan laporan masih menguasai stok beras sebanyak 12.000 ton dan gula pasir sekitar 55.000 kilogram.

Juga dalam perjalanan 225 ton untuk memperkuat stok gula pasir menghadapi Natal dan Tahun Baru yang semakin meningkat permintaan masyarakat. (din/ant)

Ayo tulis komentar cerdas