Home Donggala

Relawan Siap Bawa Nadira ke Rumah Sakit

41
Nadira. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Takwin Bilang Ada Dana di Pemkab Rp1 Miliar

Donggala, Metrosulawesi.id – Nadira, bocah berusia dua tahun yang fungsi penglihatannya terganggu dalam waktu dekat ini akan dibawa ke Rumah Sakit Budi Agung Palu untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Kepastian pengobatan lanjutan Nadira diperoleh dari salah satu relawan yang mengurus Nadira dikonfirmasi Senin, 14 Desember 2020.

“Kami telah mengurus BPJS (Kesehatan) Nadira. Tanggal 17 Desember ini kami akan membayar dan mengaktifkan BPJS-nya. Kemudian jika waktu memungkinkan keseokan harinya 18 Desember, Nadira akan kami bawa ke RS Budi Agung untuk konsultasi dan pemeriksaan lanjutan ke dokter ahli mata,” kata Yeye, donatur yang mengurusi Nadira.

Kata Yeye pihaknya akan terus membuka diri bagi donatur yang ingin membantu kesembuhan Nadira.

“Ada juga SMK I Peduli yang membuka donasi sendiri untuk Nadira. Begitu juga saya bersama teman-teman membuka donasi dan dana yang terkumpul itu sebanyak Rp 3 juta lebih. Silakan membantu untuk kesembuhan Nadira, dan yang mau ikut berasama kami pada 18 Desember mendatang silakan ke Rumah Sakit Budi Agung Palu,” sebutnya.

Citra, tante Nadira yang dikonfirmasi Senin 14 Desember 2020, membenarkan bahwa ponakannya akan dibawa RS Sakit Budi Agung untuk menjalani pemriksaan.

“Iye betul, BPJS sudah jadi tinggal diambil, tanggal 18 mau diantar ke RS Budi Agung baperiksa lanjutan. Saya dengar belum di operasi, masih konsultasi dengan dokter mata,” kata Citra.

Diberitakan sebelumnya seorang bocah korbn gempa tsunami yang beridam dihuntara Blok H nomor 2 berusia dua tahun masa kecilnya sedikit terganggu karena indra penglihatannya mengalami gangguan sejak usia lima bulan.

Awalnya Nadira bersama ibu dan bapaknya menetap di Keluarahan Tanjung Batu Kecamatan Banawa, tetapi pada saat bencana alam 28 September 2018 rumahnya hancur, dan saat sekarang Nadira menetap di huntara Blok H Nomor 2.

Di tengah perjalanan waktu orang tua Nadira mengalami permasalahan. Bapaknya terkena kasus hukum dan ibunya pergi meninggalkannya entah kemana.

“Waktu belum gempa anak ini (Nadira) masih kecil baru 1 bulan tinggal di Tanjung Batu sama bapak dan mamanya. Pas gempa rumah mereka hancur,” katanya.

Pemkab Punya Dana Rp1 Miliar

SEMENTARA itu, Ketua DPRD Donggala Takwin angkat bicara terkait biaya pengobatan Nadira, bocah berusia dua tahun yang mengalami gangguan penglihatan.

Dia mengatakan, keluarga Nadira harus memanfaatkan anggaran kesehatan 1M yang melekat di dinas keuanagan.

“Saya kira dana 1 miliar harus dimanfaatkan, karena waktunya hingga akhir Desember,” sebutnya saat ditemui usai rapat paripurna di DPRD Donggala, Senin 14 Desember 2020.

Sementara itu, Kadis Sosial Muhmmad belum bisa memberikan bantuan secara instan, karena di Dinsos harus melalui prosedur.

“Ada prosedurnya, keluarga Nadira harus kantor lurah dulu, baru ke dinas sosial, kami tidak bisa memberikan bantuan secara instan ke keluarga Nadira, di pemerintahan ada mekanisme atau prosedur dalam memberikan bantuan,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas