Home Palu

BPOM Temukan Produk Kedaluwarsa di Parsel

31
PRODUK KEDALUWARSA - Kepala BPOM di Palu, Fauzi Ferdiansyah, menunjukkan produk kedaluwarsa yang juga dikemas dalam parsel hasil intensifikasi pengawasan menyambut perayaan Natal di salah satu toko jalan Gajah Mada Palu, Selasa, 15 Desember 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Bagi masyarakat Kota Palu yang ingin membeli parsel Natal harus teliti. Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu menemukan ada produk makanan yang telah kedawularsa di dalam parsel, Selasa, 15 Desember 2020.

Temuan ini hasil intensifikasi Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu menyambut perayaan Natal 25 Desember 2020. BPOM Palu membagi dua tim dengan sasaran pusat-pusat perbelanjaan modern dan tradisional di wilayah Kota Palu.

Satu tim dipimpin langsung oleh Kepala BPOM di Palu, Fauzi Ferdiansyah, didampingi jajarannya. Tim ini melakukan sidak ke empat titik pusat perbelanjaan diawali ke Transmart Jalan Moh Hatta, Toko di Jalan Gajah Mada, lanjut ke Hypermart Palu Grand Mall Jalan Diponegoro dan pusat perbelanjaan lainnya.

Tim BPOM Palu menyidak parsel natal yang telah dikemas di Toko Jalan Gajah Mada Palu. Dari dua titik yang menjajakan parsel Natal, BPOM Palu mendapati salah satu toko menjual produk makanan ringan telah kedaluwarsa dengan kode exp 281120. Makanan ringan dimaksud sudah dikemas di dalam parsel yang sampelnya diambil dari gudang toko.

“Salah satu distributor yang juga penjual parsel kami temukan produk telah kedaluwarsa,” ungkap Fauzi kepada awak media, Selasa, 15 Desember 2020.

Atas temuan itu, BPOM Palu kata Fauzi meminta pemilik toko mengeluarkan produk yang telah kedaluwarsa dari dalam parsel. Total ada 12 parsel yang harus dibongkar untuk mengeluarkan produk kedaluwarsa tersebut.

Berdasarkan penjelasan pemilik toko, produk kedaluwarsa didatangkan dari Surabaya dengan dua varian rasa yaitu coklat dan keju/cheese. Khusus yang rasa coklat produk yang sama masa tenggang kedaluwarsa sampai Februari 2021.

“Pemilik toko mengaku tidak sempat memonitor rasa cheese yang sudah ekspayer di bulan November 2020,” jelas Fauzi.

Fauzi menuturkan pemilik toko kooperatif dan bersedia mengeluarkan produk yang telah kedaluwarsa dari dalam parsel. Selanjutnya, produk kedaluwarsa akan dimusnahkan dengan cara yang telah ditentukan. Sebab apabila dikonsumsi akan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

“Kami melakukan pembinaan saja karena yang sebagian besar produk lainnya dalam kondisi bagus. Kami juga sudah mengecek produk-produk yang di dalam gudang semua terdaftar,” ucap Fauzi.

Fauzi kembali mengingatkan masyarakat agar teliti membeli parsel dalam perayaan Natal. Masyarakat sebelum membeli parsel wajib Cek Klik yaitu cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek tanggal kedaluwarsa produk.

“Cara aman agar terhindar dari produk yang bisa membahayakan kesehatan yaitu melalui Cek Klik,” tandasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas