Home Hukum & Kriminal

Ahli Pidana Untad: Dalam Mengontrol Pemerintahan Aleg Jangan Seenaknya

25
KETERANGAN AHLI - Proses sidang lanjutan perkara ITE terdakwa Yahdi Basma, yang diagendakan untuk pemeriksaan ahli. (Foto: Istimewa)
  • Sidang Lanjutan Terdakwa Yahdi Basma

Palu, Metrosulawesi.id – Sidang perkara ITE, terdakwa Yahdi Basma, salah satu anggota DPRD Provinsi Sulteng, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, Senin, 14 Desember 2020, dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan ahli.

Ahli yang dihadirkan di hadapan majelis hakim yang diketuai Muhammad Djamir SH MH, yakni seorang ahli pidana dari Universitas Tadulako (Untad) DR. Beny Diktus Yusman.  Dia menguraikan pendapatnya sekaitan dengan kasus ITE yang menjerat terdakwa Yahdi Basma dan yang dilaporkan oleh Gubernur Sulteng Drs Longki Djanggola Msi.

Menurut Ahli Beni Diktus Yusman, bahwa  dalam mengontrol pemerintah (Gubernur) dalam kaitannya sebagai bentuk pengawasan anggota dewan janganlah harus berbuat seenaknya.

“Ada mekanismenya,” Beny Diktus Yusman, memberikan keterangan keahliannya.

Dia kemudian mengatakan, meskipun tidak tahu siapa yang membuat/edit koran menjadi barang bukti dari yang diperbuat terdakwa, tetapi dengan mengcapture koran tersebut, belum tentu kebenarannya,  lalu didistribusikan ini bisa dipersalahkan.

“Kalau belum mengetahui kebenarannya dan tidak mengkroscek berita tersebut, disinilah mensreanya,” pungkas Ahli Pidana Untad Tersebut.

Usai mendengarkan pendapat ahli, ketua Majelis Hakim Muhammad Djamir menutup sidang dan dibuka kembali Senin (21/12) pekan depan dengan menghadirkan saksi meringankan dan ahli dari terdakwa.

Berdasarkan data Metrosulawesi bahwa, Gubernur Sulteng, Longki Djanggola memperkarakan Yahdi Basma karena tidak terima dituduh sebagai pendana aksi people power di Sulteng. Yahdi diduga menyebarkan editan tajuk koran harian Mercusuar dengan judul berita; ‘Longki Djanggola Membiayai Aksi People Power di Sulteng. Saat itu, Yahdi Basma menyebarkan itu melalui group percakapan di Whatsapp dan juga Facebook.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas