Home Ekonomi

Transaksi di Festival Kopi Capai Rp37 Juta

Gubernur Sulteng H Longki Djanggola didampingi Wagub Sulteng H Rusli Dg Palabbi serta Kadis Perindag Sulteng Richard Arnaldo meninjau stand IKM kopi usai membuka Festival Kopi 2020 di PGM, Jumah (11/12). (Foto: Metrosulawesi/ Syahril Hantono)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulteng menjadikan festival kopi sebagai agenda tahunan. Sejak digelar beberapa tahun lalu iven tersebut berdampak positif terhadap pendapatan IKM kopi dan pengusaha cafe.

Transaksi puluhan juta tercatat dalam Festival Kopi 2020 yang digelar di Palu Grand Mall (PGM), Jumat (11/12) lalu.

”Kalau tahun ini transaksinya mencapai Rp37 juta selama tiga hari,” kata Kadis Perindag Sulteng Richard Arnaldo yang ditemui kemarin (14/12).

Richard mengakui capaian transaksi dari festival kopi tahun ini agak menurun dibanding tahun-tahun lalu. Pada tahun lalu pihaknya menggelar festival kopi di Tamam Gor atau dengan konsep out door. Sedangkan tahun ini digelar di PGM atau in door.

Dia menilai festival kopi lebih bagus digelar out door. Sedangkan festival cokelat lebih tepat dengan konsep in door. Saat digelar festival cokelat beberapa waktu lalu transaksi keuangan mencapai Rp50-an juta.

Festival Kopi 2020 diikuti 23 peserta yang terdiri dari IKM kopi, pengusaha cafe, serta petani kopi. Selain pameran produk kopi, acara tersebut juga diisi dengan seminar serta coaching clinic tentang pembuatan kopi kekinian. Festival kopi mendapat atensi masyarakat khususnya yang berkunjung ke mall tersebut.

Festival Kopi 2020 dibuka oleh Gubernur Sulteng H Longki Djanggola. Gubernur mengapresiasi iven yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, karena dapat berdampak positif terhadap IKM kopi di masa pandemi Covid-19. Ini memang sesuai tema acara, ”Kopi Sulteng tetap produktif di tengah Pandemi Covid-19”.

Gubernur juga mendukung festival kopi menjadi agenda pemerintah provinsi, yang digelar menjelang peringatan Hari Kopi Internasional.

”Kegiatan ini sangat strategis untuk mempromosikan produk IKM kopi kepada masyarakat,” kata Gubernur.

Menurutnya IKM kopi berskala kecil dan menengah di Sulteng terus berkembang. Dia meminta IKM kopi memanfaatkan produksi kopi lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan kopi dari luar daerah. Dengan menggunakan kopi lokal diharapkan dapat meningkatkan produksi kopi Sulteng yang saat ini masih sedikit.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas