Home Palu

Kondisi Korban Digigit Buaya Membaik

USAI OPERASI - Tampak tim medis RSUD Undata usai melakukan operasi penyambungan tangan korban yang digigit buaya pada Ahad, 13 Desember 2020. (Foto: Istimewa)
  • Wadir: Dua Jam Operasi, Tangan Berhasil Disambung

Palu, Metrosulawesi.id – Wakil Direktur (Wadir) RSUD Undata Bidang Pelayanan, dr Amsyar Praja, mengungkapkan kondisi korban digigit buaya yang ditangani pihaknya sudah membaik. Korban yang diketahui beranama Ateng (49), saat ini sedang dalam pemulihan pasca menjalani operasi penyambungan tangan kanan yang nyaris putus digigit buaya.

“Kondisi pasien bagus, sudah sadar, tinggal pemulihan,” ungkap Amsyar kepada Metrosulawesi, Senin, 14 Desember 2020.

Wadir menerangkan korban menjalani operasi penyambungan tangan selama dua jam mulai pukul 16.00 WITA sampai pukul 18.00 WITA pada Ahad, 13 Desember 2020. Operasi ditangani langsung oleh dokter spesialis dibantu perawat.

“Kita berharap tangan korban bisa kembali berfungsi normal. Tinggal mau melihat perkembangannya,” ucapnya.

Amsyar belum mengetahui pasti berapa lama korban akan menjalani perawatan di RSUD Undata. Sebagaimana diketahui, warga Palu dikejutkan dengan kejadian seorang pria yang sedang berenang digigit buaya di Pantai Talise, pada Minggu 12 Desember 2020.

Kapolres Palu, AKBP Riza Faisal SIK, menjelaskan korban mengalami luka gigitan buaya di bagian tangan kanan yang menyebabkan tangan korban nyaris putus.

“Korban bernama Ateng (49), warga Jalan Sungai Ogotion, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu,” ucapnya.

Menurut laporan yang diterima, kronologis kejadian korban datang ke Pantai Talise, sekitar pukul 06.00 WITA. Disebutkan, korban sering datang untuk mandi air laut dikarenakan mempunyai riwayat sakit asam urat.

Setibanya korban di laut, korban langsung mandi dengan posisi air yang dalam dan tiba tiba tangan kanan korban langsung digigit buaya. Menyadari hal itu korban langsung berupaya melepaskan gigitan buaya dengan menggunakan tangan kirinya untuk membuka mulut buaya. Upaya tersebut berhasil dilakukan oleh korban.

Setelah itu, korban berusaha untuk berenang ketepian dan setibanya ditepian laut korban meminta tolong terhadap warga yang juga berada di lokasi dan warga melakukan pertolongan terhadap korban dengan membawa korban kerumah sakit Undata Palu.

Riza berharap dinas terkait dalam hal ini BKSD Sulteng dapat mengambil tindakan dari adanya kejadian tersebut dikarenakan peristiwa serupa sudah sering terjadi khususnya di Pantai Talise – Kampung Nelayan dan sekitarnya.

“Kami imbau masyarakat Kota Palu tidak berenag di sekitar Teluk Palu yang sudah dipasang tanda bahaya di lokasi yang sering terlihat pemunculan buaya,” tandas Kapolres.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas