Home Sulteng

Kelanjutan Operasi Yustisi Tunggu Perintah

22
MASKER GRATIS - Kasatpol PP Provinsi Sulteng, Moh Nadir (kanan), saat operasi yustisi sekaligus membagikan maskers secara gratis di daerahnya, baru-baru ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Sulteng, Moh Nadir, mengungkapkan kelanjutan operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) pencegahan covid-19 menunggu perintah Pj Sekretaris Daerah setempat.

“Ketua kami pak Mulyono (Pj Sekda), kami menunggu perintah sambil secara mandiri melakukan patroli memantau penerapan prokes,” ungkap Nadir, Minggu, 13 Desember 2020.

Dia menjelaskan operasi yustisi telah dilakukan dalam beberapa pekan yang berujung di pelaksanaan Pilkada serentak pada 9 Desember. Saat hari H Pilkada, Kasatpol PP menerjunkan 60 personilnya memantau penerapan prokes di TPS. Dari laporan personelnya, secara umum TPS taat prokes.

Pemantauan yang dilakukan Satpol PP untuk penegakan Peraturan Gubernur (Pergub) Sulteng Nomor 32 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Prokes Dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Dia menjelaskan personelnya diturunkan memantau penerapan prokes di sejumla TPS wilayah Kota Palu, Sigi, dan Donggala. Sebanyak 60 personel dibagi lima kelompok masing-masing dua personel memantau TPS yang ditentukan.

Dari pantauan personel Satpol PP, TPS menyiapkan tempat mencuci tangan, sarung tangan plastik, dan alat pengukur suhu tubuh. Demikian pula petugas KPPS masing-masing memakai masker dan saling menjaga jarak.

Nadir bersyukur masyarakat telah memahami pentingnya menerapkan prokes untuk pencegahan covid-19. Olehnya diharapkan masyarakat tetap mematuhi prokes dalam setiap aktivitas. Sebab saat ini Kota Palu masih zona merah Covid-19 harus menjadi perhatian bersama.

Diharapkan pula masyarakat menghindari keramaian atau kerumunan seperti pesta-pesta pernikahan. Demikian pula keramaian di kafe-kafe sebisa mungkin harus batasi untuk kebaikan bersama.

“Kita tahu bersama keramaian banyak menimbulkan klaster makanya covid terus meningkat,” tandas Nadir.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas