Home Artikel / Opini

Alhamdulillah, KPK Sudah Siuman

47

HARI Antikorupsi, 9 Desember 2020, KPK memperingatinya bukan dengan kata, tapi nyata. Peringatan yang indah saat lembaga kepercayaan rakyat ini–minggu ini–menangkap dua menteri korup: Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Menteri Sosial Juliari Batubara. Juga sejumlah kepala daerah.

Gebrakan KPK ini mengagetkan sejumlah pihak. Setelah KPK memiliki nakhoda baru dan ditetapkannya undang-undang baru, lembaga ini memang dinilai telah melempem. Bahkan ada yang menganggap KPK telah pingsan. Tidur panjang, begitu. Hari ini–para petingginya–membuktikan kalau mereka telah siuman. Sebagai rakyat yang berharap akan keberaniannya bangkit kembali seperti yang telah diperlihatkan oleh pendahulu-pendahulunya, kita pun mengucapkan: Alhamdulillah, KPK Sudah Siuman.

Banyak hal yang mendasari lahirnya simpulan KPK telah kehilangan aura keberanian memburu dan menangkap “tikus-tikus” rakus yang bersarang di birokrasi pemerintahan. Boleh jadi munculnya pesimis dari rakyat itu lantaran: hingga kini belum tertangkapnya penyuap mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, Harun Masiku. Juga hilangnya ciri khas KPK, Operasi Tangkap Tangan (OTT). Mundurnya sejumlah pegawai KPK. Terkuaknya pelanggaran etik Ketua KPK Firli Bahuri. Adanya pembahasan rencana kenaikan gaji pimpinan KPK di tengah meningkatnya wabah corona. Pengadaan mobil dinas bagi pimpinan dan anggota Dewan Pengawas. Paling fatal, setelah Undang-Undang 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 30/2002 tentang KPK disyahkan. Kesemuanya itu melengkapi citra buruk KPK. Rasa kebanggaan yang dulu melekat pada lembaga yang lahir di era reformasi atau yang lebih dikenal sebagai anak kandung reformasi ini, lambat laun terkikis. Lebih tepatnya dikikis oleh orang-orang yang tak menginginkan berfungsinya gigi taringnya.


SETELAH siuman, rakyat pun berharap jangan ada lagi pihak-pihak tertentu di negeri ini yang mengganggu independensi KPK, termasuk dari Istana, Partai, dan Senayan. Biarkan lembaga kecintaan rakyat ini memburu tikus-tikus hingga ke lubang persembunyiannya. Bila Anda merasa bukan tikus, tidurlah tenang. Kecuali bila memang Anda bagian dari kehidupan tikus–seperti kedua menteri dan sejumlah kepala daerah yang kini hidup dalam sel tahanan–tentu tidur Anda terganggu.

Tertangkapnya pejabat tinggi dari partai besar–Gerindra dan PDIP–ini KPK telah memberikan secuil cahaya di malam yang gelap. Semoga cahaya itu terus memancarkan sinarnya, agar negeri ini tidak terus dirundung malam yang gelap. (#)

Ayo tulis komentar cerdas