Home Palu

14 Siswa SD Inpres 2 Birobuli Terima Sertifikat BTQ

26
TERIMA SERTIFIKAT - Salah seorang siswa saat menerima sertifikat BTQ, yang diserahkan langsung oleh Kepala SD Inpres 2 Birobuli di sekolahnya, Kamis, 10 Desember 2020. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, SD Inpres 2 Birobuli melakukan penyerahan sertifikat Baca Tulis Al-Quran (BTQ) kepada sejumlah siswa yang telah lulus mengikuti program pemerintah yakni Palu Kana Mapande atau Tambahan Jam Pelajaran Agama (TJPA).  

“Sebenarnya ada sebanyak 39 peserta didik yang menerima sertifikat BTQ itu, hanya saja belum semua datang, sehingga yang datang hari ini (kemarin-red) saja dulu diberikan sertifikat, ada sebanyak 14 siswa yang saat ini sudah duduk di kelas VI,” kata Kepala SD Inpres 2 Birobuli, Herawati Soe, saat dihubungi Metro Sulawesi, Kamis, 10 Desember 2020.

Herawati mengungkapkan, siswa yang menerima sertifikat itu dijadwalkan per jam, artinya yang datang ke sekolah tidak secara serentak dan wajib menerapkan protokol Covid-19.

“Mereka diatur jaraknya berbaris di halaman sekolah, ketika masuk di tempat penerimaan sertifikat cuci tangan dulu, setelah itu menggunakan hand sanitizer dan diarahkan duduk di kursi yang telah disiapkan yang jaraknya satu setengah meter,” jelasnya.

Herawati menjelaskan kepada para siswa, bahwa penerimaan sertifikat BTQ tahun ini memang sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, sebab saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, sehingga penyerahannya tidak megah, namun secara sederhana.

Dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, SD Inpres 2 Birobuli melakukan penyerahan sertifikat Baca Tulis Al-Quran (BTQ) kepada sejumlah siswa yang telah lulus mengikuti program pemerintah yakni Palu Kana Mapande atau Tambahan Jam Pelajaran Agama (TJPA). (Foto: Istimewa)

“Kami sangat menjaga adanya kerumunan yang terjadi di sekolah, sehingga kami atur waktunya untuk datang ke sekolah. Bagi siswa yang belum sempat menerima sertifikat pasti akan diserahkan, yang jelas akan menyusul untuk menerima sertifikat,” ujarnya.

Kata Herawati, tidak semua siswa dihadirkan untuk duduk di depan kelas, sebab antara kepala sekolah, guru, dan siswa itu sangat diatur jaraknya, karena protokol kesehatan sangat diutamakan dalam rangka menjaga keselamatan siswa.

“Kami berharap siswa yang menerima sertifikat BTQ ini, tentunya paling tidak sudah bisa membaca dan menulis Al Quran, yang awalnya di kelas V belum bisa tetapi saat ini sudah bisa membaca dan menulis. Paling tidak anak-anak kita sudah paham bahwa pentingnya pelajaran agama, kami berharap beriman dan bertaqwa ini dapat terwujud dalam jati dirinya,” katanya.

Menurutnya, selain siswa yang beragama Islam yang diserahkan sertifikat itu, pihak sekolah juga menyerahkan sertifikat kepada agama lainnya seperti Kristen, Budha, dan Hindu.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas