Home Donggala

Mobil Bumdes Digadai

33
Burhan. (Foto: Istimewa)

Donggala, Metrosulawesi.id – Mobil milik Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) digadaikan ke salah satu perusahaan pembiayaan yang ada di Kota Palu. Mobil tersebut digadikan oleh seorang warga Desa Ogoamas II Kecamatan Sojol Utara inisial S.

Saat dikonfirmasi, S awalnya berkelit sebelum akhirnya mengaku telah menggadaikan mobil tersebut sebagai jaminan pinjaman Rp100 juta.

S mengakui mobil bumdes telah digadainya dengan meminjam uang sebesar 100 juta. Dikatakannya lagi mobil bumdes bukan digadai tetapi diajukan ke pembiayaan.

“Ada itu hari rusak, mau dibutuhkan mau dipake, mepet tidak ada uang terpaksa saya anukan dulu pembiayaan, bukan digadai tapi pembiyaan, lalu saya ambil 100 juta, menunggak 6 bulan karena pandemi, minggu ini saya tebus sudah, ambil berkas ulang,” sebutnya saat dikonfirmasi 4 Desember kemarin.

Ditanya apakah benar mobil bumdes telah ditarik leasing karena telah menunggak 6 bulan. S kembali berkelit dengan mengatakan mobil bumdes tidak ditarik cuma dititipkan saja karena mau diperbaiki.

“Tidak ditarik mobil, saya titip saja karena mau didiko mau dikasi bae, iye betul saya pinjam dileasing 100 juta,  tapi begini kita kan tidak ada niat begitu, sisa 30 juta utangku saudara, tidak ada niat begitu,” tuturnya.

Kades Ogoamas II Mansyur Dg Mallawa tidak berhasil dikonfirmasi di ponselnya 0821913262XX Rabu kemarin.

Sementara Camat Sojol Utara Zain saat dihubungi di ponselnya 0852410095XX mengatakan tidak mengetahui persoalan ini, tetapi dia berjanji akan menanyakan langsung ke kepala desa.

“Saya hubungi dulu kepala desanya, belum ada yang konframsi ke saya, baik kades atau masyarakat belum ada, seharusnya kalau ada begitu disampaikan dulu supaya bisa saya panggil kadesnya betul atau tidak, saya akan panggil kepala desanya kenapa bisa terjadi,” pungkasnya.

Legislator Dorong ke Proses Hukum

SEMENTARA itu, Anggota DPRD Donggala Dapil Sojol Utara Burhan mengaku kecewa karena mobil desa yang seharunsya untuk kendaraan dinas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tetapi bisa disalahgunakan untuk kepentingan yang tidak jelas.

“Kalau memang terbukti terjadi mobil bumdes digadai dileasing saya kecewa dengan Kadesnya Mansur Dg Mallawa, jika benar terjadi harus diproses hukum,” kata Burhan, Rabu (9/12).

Politisi PKB itu mengatakan mobil bumdes di Desa Ogoamas II memang benar ada, tetapi lama menghilang dan tidak diketahui keberdaannya.

“Saya juga kaget, komiu (wartawan) tanya mobil bumdes, memang ada itu mobil tapi tidak ditau keberdaannya, kalau benar ada digadai di leasing ya harus diproses hukum, saya tanyakan dulu apa benar mobil bumdes digadai, saya baru tau dari komiu ini, kalau benar terjadi harus diproses hukum,” sebutnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas