Syamsu Nursi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh. Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala MTsN 2 Palu, H. Muh. Syamsu Nursi mengimbau kepada seluruh siswa-siswinya agar tetap semangat dan patuh pada protokol kesehatan, serta tetap mengontrol atau memantau aplikasi yang sudah disediakan di sistem pembelajaran pada masa pandemi Covid-19.

“Semoga di akhir tahun ajaran semester ganjil ini sudah yang terakhir kita menggunakan sistem daring, dan Insyaallah nanti pada tahun ajaran baru pada 4 Januari 2021 kita akan melaksanakan sistem tatap muka,” kata Syamsu, di ruang kerjanya, belum lama ini.

Menurut Syamsu, langkah-langkah atau persiapan terkait protokol kesehatan, MTsN 2 Palu sudah melakukannya, mulai dari menyediakan alat-alat sesuai ketentuan kemudian memberikan kesempatan kepada orang tua memberikan pendapatnya dengan menyebarkan angket secara online.

“Alhamdulillah setelah kami sebarkan angket secara online kepada orang tua, rata-rata sudah mencapai 98 persen, orang tua menyutujui tatap muka, ada satu dua orang tua masih belum setuju. Namun semua ini kami akan akomodir, ketika ada siswa yang tidak berani ikut tatap muka, maka pihak Madrasah tetap melayani proses pembelajaran secara daring,” jelasnya.

Syamsu mengatakan, data angket akan menjadi acuan untuk mengetahui berapa siswa yang setuju dan tidak bersedia.

“Yang jelas sampai hari ketiga kemarin sudah mencapai 98 persen, orang tua siswa bersedia apabila pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan pada 2021 mendatang,” ujarnya.

Kata Syamsu, mungkin karena faktor dukungan dari pemerintah daerah, apalagi sudah diterbitkan surat edaran sekaligus edaran empat menteri untuk mengizinkan sekolah melakukan tatap muka.

“Walaupun SKB empat menteri ada edaran, tetapi jika keputusan Kepala Madrasah tidak mengizinkan tentunya kami tidak akan membukanya. Maka kita akan melihat situasi, kalau memungkinkan, Insyaallah kita akan buka, yang penting semua langkah-langkah kita persiapkan sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya.

Syamsu mengaku sekolah yang dipimpinnya sudah siap melakukan pembelajaran tatap muka, misalnya di setiap ruangan telah disiapkan tetap cuci tangan.

“Dan persiapan ini sudah lama dilakukan sejak Oktober kemarin, karena ada wacana akan dibuka 1 Oktober, tetapi tidak jadi karena kasus Covid-19 mulai meningkat,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Muh. Yusuf

Ayo tulis komentar cerdas