Home Palu

Berseragam SD karena Kangen Sekolah

26
RINDU SEKOLAH - Petugas KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 19, RT 2, RW 5, Jalan Sungai Malei, Kelurahan Ujuna, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, berseragam sekolah guna lebih menarik perhatian masyarakat terhadap pendidikan, Rabu 9 Desember 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)
  • Cara Petugas TPS 19 Kelurahan Ujuna Menarik Pemilih

Pesta demokrasi yang berlangsung Rabu 9 Desember 2020, berjalan lancar. Meski dilakukan dengan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 yang ketat, namun tidak mengurangi para petugas di TPS untuk berinovasi, memberikan pelayanan terbaik buat warga.

Laporan: Fikri Alihana

SELALU ada cerita unik dari tempat pemungutan suara (TPS) ketika gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada). Bukan soal kecurangan atau pelanggaran, tetapi terkait dengan kostum-kostum yang digunakan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang kerap mencuri perhatian.

Cara yang dianggap cukup nyentrik itu terlihat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 19, RT 2, RW 5, Jalan Sungai Malei, Kelurahan Ujuna, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. Di mana kurang lebih ada sekitar tujuh petugas KPPS yang memakai seragam layaknya murid sekolah dasar (SD).

Hal tersebut diciptakan karena kerinduan terhadap aktivitas pendidikan yang hingga kini belum berjalan normal. Pasalnya, sejak awal pandemi covid 19 merebak hampir di sejumlah sekolah tidak melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka.

Ketua KPPS 19 Kelurahan Ujuna, Ratno Hidayat menjelaskan petugas sengaja memakai seragam sekolah agar masyarakat antusias dalam menyalurkan hak suaranya di TPS ini dan tidak Golput pada pilkada tahun 2020.

“Kami sengaja mengambil konsep kangen sekolah di TPS ini, karena saat di tengah pandemi hingga sekarang anak-anak khususnya belum bisa berangkat sekolah. Sehingga, ide yang unik ini diinisiasi oleh kondisi akibat pandemi, “jelasnya, Rabu 9 Desember 2020.

Selain itu, konsep petugas KPPS yang menggunakan seragam sekolah ini membuat masyarakat terhibur terkhusus yang akan memilih di TPS setempat. Dirinya menganggap bahwa didasari atas prihatin dengan kondisi saat ini.

“Pesan yang akan kami sampaikan adalah kami rindu dengan lingkungan sekolah. Kemudian, kita harapkan ke depan pemerintah daerah lebih serius lagi memikirkan nasib para generasi penerus bangsa di dunia pendidikan,” tuturnya.

Ketika ditanya tentang perasaan menggunakan seragam sekolah saat menjadi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pilkada 2020. Ratno bersama yang lain awalnya sedikit ragu, namun berdasarkan keinginan untuk memajukan pendidikan di Indonesia khususnya Kota Palu.

“Jadi siapa pun yang terpilih nanti menjadi pemimpin di daerah ini semoga bisa memperhatikan anak-anak sekolah, mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. Seragam ini kita pinjam dan ada juga yang beli. Di sini jumlah daftar pemilih tetap (DPT) ada sekitar 298 orang,” pungkasnya. (**)

Ayo tulis komentar cerdas