Home Nasional

Pasangan Terpilih Berani Jadi Orang Pertama yang Dipenjarakan

28
Elvis DJ Katuwu. (foto: prt)
  • Pilkada Serentak Tepat Dimomen Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia

PALU, Metrosulawesi.id – Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur, Wali Kota dan Wakil Walikota serta Bupati dan Wakil Bupati secara Serentak di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah, dilaksanakan Rabu, Tanggal 9 Desember 2020. Penyelenggaraan demokrasi di tanah air itu, bertepatan dimomen peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI), yang diperingati tanggal 9 Desember setiap tahunnya.

Tentunya bagi calon kandidat kepala daerah yang terpilih, lebih khusus di wilayah Sulawesi Tengah, sejatinya diharapkan memegang teguh marwah dari peringatan HAKI. Terhadap hal itu, beberapa pihak menyuarakan harapannya. Salah satunya datang dari praktisi hukum alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Elvis DJ Katuwu SH MH, yang juga merupakan advokat senior di kota Palu.

Kepada Metrosulawesi, Elvis DJ Katuwu mengatakan,  pilkada serentak di Indonesia, termasuk yang akan dilaksanakan Pemprov Sulteng, kota Palu dan beberapa pemerintah kabupaten pada tanggal 9 Desember 2020, penyelenggaraannya bertepatan dengan momen memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) atau disebut juga hari anti korupsi sedunia, yang ditetapkan oleh PBB sejak tahun 2003, kemudian diperingati setiap tanggal 9 Desember. Momen peringatan HAKI tahun ini, tentu memberi pesan khusus dan angat berarti bagi penyelenggaran pilkada serentak di Indonesia.

“Pesan khusus itu berupa harapan yang harus diwujudkan. Bahwa negara mengharapkan hasil pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020, tidak hanya melahirkan pemimpin yang amanah untuk rakyat, lebih dari itu melahirkan pemimpin yang mampu menghadapi tantangan dan menyelesaikan setiap permasalahan pemerintahan, terlebih lagi mengenai persoalan praktik korupsi  yang masih marak terjadi dan harus memenjarakan oknum aparatur negara,” ujarnya ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, Selasa, 8 Desember 2020.

Diterangkan Elvis sapaan akrabnya, di hari itu mereka (Pasangan Kandidat Calon Kepala Daerah) yang terpilih adalah pemimpin-pemimpin kepala daerah yang lahir tepat dimomen sejarah dunia, atau hari dimana semua bangsa di dunia diharapkan terus meningkatkan kesadaran anti korupsi, atau kesadaran untuk perang melawan kejahatan dari setiap bentuk praktik korupsi. Karena menurutnya kejahatan dan praktik korupsi sangat menyengsarahkan masyarakat, bahkan korupsi menjadi penyebab utama memburuknya perekonomian suatu bangsa, dan menjadi penghalang dalam upaya mengurangi kemiskinan dan pembangunan.

“Pemimpin harapan masyarakat adalah yang benar-benar melayani masyarakat, melindungi dan mengayomi, dalam melaksanakan tugasnya. Terutama, menjaga agar korupsi itu tidak terjadi. Karena peringatan HAKI untuk Indonesia, mengharapkan pemimpin yang jauh dari kejahatan korupsi,” tegas pengacara yang pernah menangani kasus pidana sendal jepit di PN Palu.

Bahkan menurur Elvis, jika perlu pasangan calon kepala daerah yang terpilih dalam pilkada serentak tepat di momen peringatan hari anti korupsi sedunia, harus  menanamkan prinsip berani dan siap mejadi orang yang pertama ditangkap dan harus dipenjarakan jika di era kepemimpinannya masih saja harus terjadi praktik atau kejahatan tindak pidana korupsi.

Sementara itu, data yang dihimpun Metrosulawesi.id, catatan kasus korupsi di Sulteng di tahun 2020 ini, masih cukup banyak. Sedikitnya ada 38 perkara korupsi dari berbagai daerah di Sulteng, yang tercatat disidangkan di PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu. Diantaranya masih ada yang berproses. Dari jumlah tersebut, paling dominan kasus korupsi mengenai penyalahgunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa yang harus memenjarakan para kepala desa.  (*)

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas