Home Politik

Longki Dilaporkan ke Bawaslu

226
LAPOR KE BAWASLU - Frits Kandori saat menyampaikan laporannya di Kantor Bawaslu Sulawesi Tengah, Selasa 28 Desember 2020. (Foto: Ist)
  • Dugaan Kampanye di Minggu Tenang, Libatkan ASN dan Politik Uang

Palu, Metrosulawesi.id Tim Hukum pasangan Calon (Paslon) Gubernur nomor urut 02, Rusdy Mastura-Ma’mun Amir, melaporkan juru kampanye paslon nomor urut 01 Hidayat Lamakarate-Bartholomeus Tandigala yang juga Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Selasa 8 Desember 2020.

Menurut Tim Hukum dan Advokasi Paslon 02, Frits Kandori, pihaknya melaporkan Longki Djanggola, ke Bawasla atas dugaan tindak pidana dan penyalahgunaan jabatan oleh Gubernur Sulawesi Tengah.

“Hari ini kami dari tim hukum dan advokasi paslon 02 mengunjungi Bawaslu dalam rangka laporan dugaan tindak pidana bahkan penyalahgunaan jabatan dalam masa kampanye,” jelas Frits usai melaporkan hal tersebut ke Bawaslu Sulteng, Selasa 8 Desember 2020 malam.

Ada tiga poin laporan yang disampaikan pihaknya ke Bawaslu. Yang pertama terkait kampanye di masa tenang oleh Longki Djanggola. Kedua, pelibatan Aparatur Sipil Negara (ASN), dan yang ketiga adalah indikasi politik uang.

Semua laporan tersebut diduga terjadi di dua pertemuan di Kecamatan Riopakava, Kabupaten Donggala pada Senin 7 Desember 2020 malam.

“Kami dapat kiriman berupa durasi video dan foto kampanye dari seorang Gubernur, Longki Djanggola, yang katanya dalam rangka kunjungan dinas,” ungkap Agus Salim, yang juga merupakan tim hukum paslon 02.

“Dalam durasi itu yang kami laporkan terjadi ajakan untuk memilih paslon 01, kedua melibatkan guru sekolah dan kepala dusun, ASN ya. Yang pertemuan itu dilakukan di rumah salah satu tokoh masyarakat di sana,” ungkapnya.

Bahkan, di dalam foto yang mereka dapatkan terlihat jelas salah seorang kepala sekolah melakukan foto bersama sambil mengacungkan satu jari, sebagai simbol dukungan untuk paslon gubernur 01.

Foto bersama Gubernur Sulteng Longky Djanggola bersama warga yang dijadikan salah satu bukti dalam laporan Tim Hukum pasangan Calon (Paslon) Gubernur nomor urut 02, Rusdy Mastura-Ma’mun Amir, ke Bawaslu. (Foto: Ist)

Selain itu, kata dia, dalam video tersebut juga terlihat oknum berpakaian dinas yang memberikan uang ke beberapa masyarakat di sana.

“Di film (video) itu kelihatan rombongan yang juga berpakaian dinas menyelipkan uang kepada beberapa orang di lokasi tersebut,” ujarnya.

Dia berharap laporan itu menjadi catatan yang penting untuk Bawaslu agar diproses. Menurutnya, ada puluhan laporan yang sudah mereka sampaikan ke Bawaslu namun dianggap tidak memenuhi syarat oleh lembaga pengawas pemilu tersebut.

“Mudah-mudahan kali ini cukup, karena saksi kami bersedia memberikan kesaksian karena berada di lokasi,” tandasnya.     

Karena saksi mereka berdomisili di Kecamatan Ripakava, Kabupaten Donggala, saksi tersebut belum bisa datang langsung ke Bawaslu. Namun pihaknya memastikan saksi tersebut akan datang jika dibutuhkan

“Politik kalau tidak dibatasi dengan hukum maka demokrasi kabur,  bukan sebaliknya kalau demokrasi dipolitisir hukum sudah tidak dipandang. Kami mau lihat sejauh mana pengawasan itu dilakukan,” ujar Agus. (*)

Reporter: Tahmil Burhanuddin

Ayo tulis komentar cerdas