Home Artikel / Opini

Sekolah di Masa Pandemi Covid-19

13
Ilham

Oleh: Ilham


HAMPIR setahun pelaksanaan proses pembelajaran dilakukan dengan cara Daring (On Line) semua ini dilasanakan karena terjadinya musibah secara menyeluruh di belahan dunia yang kita kenal dengan nama Covid-19 (Corona Virus Disease).
Pertanyaannya adalah apakah kegiatan proses pembelajaran secara Daring berjalan dengan baik, tentunya ini masih penuh tandatanya, dan jika hal ini dipertanyakan pada orang tua peserta didik yang anda tentunya akan menemukan jawaban yang bervariasi, sehingga sangat sulit untuk mengatakan berjalan dengan baik. Mungkin saja jika Lembaga Pendidikan itu berada di perkotaan proses pembelajaran secara daring bias saja berjalan dengan baik, namun bagaimana dengan yang ada di wilayah pedesaan yang tidak memiliki fasilitas jaringan internet, tentunya ini perlu perhatian yang besar dari pihak kepala sekolah/kepala Madrasah yang harus memberikan proses pembelajaran pada peserta didik.
Memang benar bahwa bukan hanya guru satu-satunya yang merupakan tonggak penentu dari proses pembelajaran, namun sesungguhnya ini juga merupakan tantangan yang dihadapi oleh seorang guru itusendiri, belum lagi jika guru itu sendiri yang nota bene belum menguasai IT. Tak sedikit orang tua pun berkelukesah terhadap proses pembelajaran secara daring.
Berbagai cara yang telah dilakukan oleh pihak Lembaga Pendidikan untuk tetap memberikan proses pembelajaran pada peserta didik yang ada, baik itu secara daring, luring dan guru kunjung, sehingga guru itu dituntut untuk dapat mendesain sedemikian rupa berbagai macam media pembelajaran yang akan digunakan di masa covid-19 ini.
Alhamdunillah pada hari Jum’at, 20 November 2020 pemerintah dalam hal ini Manteri Pendidikan Bapak Nadiem Makarim bersama beberapa menteri diantaranya adalah Bapak Muhajir Effendy (Menko PMK), Bapak Fachrul Razi (Menag), Bapak Terawan Agus Putranto (Menkes), Bapak Tito Karnavian (Mendagri), dan Bapak Doni Monardo (Kepala BNPB), telah melakukan Pengumuman Keputusan Bersama secara Live / Virtual telah menyampaikan panduan penyelenggaraan pembelajaran pada semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemic covid-19.
Berbagai masukan dan penelitian yang telah dilakukan oleh berbagai pemerhati Pendidikan yang ada di Indonesia dan Organisasi Profesi Guru, tentunya membuka pengetahuan kita semua, sehingga walaupun pembelajaran tatap muka di zona hijau dan kuning sudah diperbolehkan, namun masih banyak satuan pendidikan yang tetap melaksanakan BDR.
Adanya dampak negatif yang besar, terjadi pada anak jika proses pembelajaran secara tatap muka tidak dilaksanakan, di antaranya resiko putus sekolah, terpaksa bekerja karena membantu orang tua dalam persoalan keuangan di tengah krisis pandemic covid-19, belum lagi tekanan psikologi dan kekerasan dalam rumah tangga yang bias mengakibatkan stress pada anak. Dan masih banyak yang lainnya.
Diharapkan mulai Januari 2021, pembelajaran tatap muka bias dimulai namun tentunya harus melalui beberapa syarat tertentu di antaranya adalah: mendapatkan izin dari Pemda atau Kanwil/kantor Kemenag, jika tidak mendapatkan izin maka melanjutkan proses pembelajaran dari rumah secara penuh, namun jika mendapat izin, maka peserta didik dapat memulai pembelajaran secara tatap muka di satuan Pendidikan secara bertahap.
Faktor yang perlu menjadi pertimbangan khususnya bagi pemerintah daerah dalam pemberian izin pembelajaran tatap muka antara lain: Tingkat risiko penyebaran COVID-19 diwilayahnya; Kesiapan fasilitas pelayanan Kesehatan; Kesiapan satuann Pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai dengan daftar periksa; Akses terhadap sumber belajar/kemudahan belajar dari rumah (BDR); dan lain sebagainya.
Kemudian proses pembelajaran secara tatap muka di satuan Pendidikan tetap diperbolehkan untuk satuan Pendidikan yang telah memenuhi daftar periksa antara lain: Ketersediaansaranasanitasi dan kebersihan (Toilet bersih dan layak, Sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer; Disinfektan); Mampu mengakses fasilitas pelayanan Kesehatan; Kesiapan menerapkan wajib masker; dan lain sebagainya.
Secara kesimpulan bahwa proses pembelajaran tatap muka dilaksanakan dengan mengikuti protokol Kesehatan yang ketat. Orang tua berhak melarang atau mengizinkan anaknya untuk mengikuti proses pembelajaran secara tatap muka yang dilaksanakan pada satuan Pendidikan. Namun tentunya pelaksanaan tatap muka di sekolah/madrasah harus fleksibel, yang jam belajarnya berkisar 3-4 jam saja atau diatur sedemikian rupa untuk tetap mengedepankan keselamatan kesehatan para pesertadidik.
Pembelajaran Tatap Muka ini diharapkan dapat berlaku mulai Semester Genap tahun pelajaran 2020/2021 di bulan Januari 2021. Pembelajaran Tatap Muka diperbolehkan, namun Tidakd iwajibkan.
(Penulis adalah Tenaga pengajar pada MIN 2 Tolitoli)

Ayo tulis komentar cerdas