Home Palu

Penyuluh Diminta Sisipkan Materi Haji dan Umrah

34
Kbid Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah, H. Lutfi Yunus. (foto: del)

PALU, Metrosulawesi.id – Bidang Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama, Provinsi Sulawesi Tengah,  membuat program inovasi dengan mempotensikan semua Penyuluh Agama Islam (PAI), baik itu PNS maupun non PNS untuk menginformasikan ilmu pengetahuan tentang ibadah haji dan umrah agar diketahui secara dini oleh masyarakat Islam.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah, H. Lutfi Yunus, di Palu, Rabu, 25 November 2020.

Lutfi mengatakan, semua masyarakat baik yang sudah melaksanakan ibadah haji maupun belum wajib diberikan informasi tentang penyelenggaraan ibadah haji.

“Kita inginkan wawasan haji dan umrah ini bisa menjadi ilmu pengetahuan sedini mungkin kepada masyarakat Islam. Karena rata-rata mereka ini mengetahui tentang penyelengaraan ibadah haji pada saat pemberangkatan haji.  Sebab, sebelum berangkat mereka mengikuti manasik, begitupun juga dengan umrah hanya mengetahui ketika mereka mau berangkat,” ujarnya.

Menurut Lutfi, ilmu pengetahuan tentang haji ini sangat bermanfaat, pertama, ketika masyarakat itu mendaftar haji kemudian diberangkatkan akan menjadi pengetahuan secara mandiri. Kedua, membantu petugas dan konsultan ibadah agar tidak repot menerangkan tentang menajemen maupun fiqih haji. 

Lutfi mengatakan, keterlibatan Penyuluh Agama Islam ini semacam program kolaborasi dengan Bimas Islam, karena penyuluh mempunyai uraian tugas masing-masing yang kemudian disesuaikan dengan tugas fungsional keprofesian penyuluh.

“Intinya kami mengharapkan, Penyuluh Agama Islam setiap pertemuan di Majelis Taklim, khotbah di Masjid, sisipkan wawasan tentang haji dan umrah, minimal satu kali dalam sebulan mereka membawakan materi tentang haji dan umrah di Masjid,” katanya.

Kata Lutfi, kemungkinan meteri haji dan umrah ini akan dijadikan kewajiban untuk Penyuluh Agama Islam dalam menyampaikan syiar-syiar agama kepada masyarakat.

“Dimana-mana kegiatan haji selalu melibatkan Penyuluh Agama Islam, sebab mereka ini sebagai ujung tombak di tengah-tengah masyarakat, dan kebetulan penyuluh agama juga siap memberikan manasik,” ungkapnya. (*)

Reporter: Moh. Fadel

Ayo tulis komentar cerdas