Home Politik

Fraksi Nasdem Soroti Dana Pendidikan

18
BAHAS RAPBD - Pandangan umum fraksi-fraksi atas R-APBD 2021 disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa 24 November 2020. (Foto: IT Humas DPRD Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Delapan fraksi di DPRD Sulteng, Selasa 24 November 2020 menyampaikan pandangan umum terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2021. Fraksi Nasdem DPRD Sulteng menyoroti alokasi dana pendidikan.

Fraksi itu berpendapat anggaran pendidikan dalam R-APBD itu masih rendah. Dalam pandangan umum fraksi itu yang disampaikan Ibrahim A Hafid, menyebutkan, alokasi dana pendidikan mencapai Rp489,8 miliar lebih atau proporsinya terhadap total belanja mencapai 23,42 persen.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 49 Ayat 1 menyatakan bahwa dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 persen dari APBD.

“Jadi, minimal 20 persen itu merupakan belanja langsung yang membiayai program dan kegiatan pendidikan yang bersentuhan langsung dengan pendidikan anak didik SMA/MA/SMK, di luar gaji dan biaya Pendidikan Kedinasan,” tegas Ibrahim.

Dalam R-APBD tahun 2021 itu, alokasi penyediaan gaji dan tunjangan ASN pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mencapai Rp431,9 miliar lebih, sementara belanja langsung pendidikan hanya Rp57,8 miliar lebih atau sekitar 11,82 persen dari total dana pendidikan.

“Apabila Rp57,8 miliar lebih tersebut dikeluarkan lagi belanja perjalanan dinas yang mencapai Rp16,5 miliar lebih, maka belanja langsung pendidikan tinggal mencapai Rp41,3 miliar lebih atau tinggal 8,44 persen. Artinya, tidak memenuhi amanah undang-undang,” tandas Ibrahim.

Karena itu fraksi Nasdem meminta penjelasan gubernur terkait usulan anggaran pendidikan tersebut.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur, Rusli Baco Dg Palabbi menjelaskan R-PADB 2021 belanja pada dinas pendidikan dan kebudayaan mencapai Rp494,3 miliar lebih dengan rincian belanja operasi dan belanja modal. Belanja operasi mencapai Rp479,2 miliar lebih terdiri dari belanja pegawai Rp432 miliar lebih, belanja barang dan jasa Rp47,2 miliar lebih. Sedangkan belanja modal sebesar Rp15 miliar lebih.

“Total belanja dalam R-PABD 2021 diproyeksikan sebesar Rp2,9 triliun lebih, dimana belanja fungsi pendidikan dialokasikan Rp494,3 miliar lebih atau 17 persen,” tutur Rusli.

Lanjut Rusli, dana pendidikan dalam buku R-APBD 2021 telah mencapai 17 persen. Persentase tersebut akan mengalami kenaikan yang signifikan jika dana transfer umum yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan dimasukkan dalam APBD final yang akan disepakati antara pemerintah daerah dan DPRD sebesar Rp922,5 miliar lebih. Total alokasi anggaran fungsi pendidikan akan menjadi Rp494,3 miliar lebih, ditambah Rp922,5 miliar lebih, menjadi Rp1,4 triliun lebih atau 33 persen dari total APBD 2021 nanti.

Di hadapan anggota dewan, Rusli mengapresiasi seluruh masukan dan pertanyaan yang disampaikan fraksi-fraksi. Dia berharap APBD 2021 dapat ditetapkan tepat waktu.

Reporter: Elwin Kandabu
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas