Home Pendidikan

Berharap 7.000 Guru di Sulteng Terekrut PPPK

40
Irwan Lahace. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI membuka lowongan bagi tenaga guru honorer maupun tenaga pendidik, untuk mendaftar menjadi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace, sangat berharap formasi PPPK dapat diisi sekitar 7.000 guru-guru honorer SMA, SMK, dan SLB di Sulteng.

“Harapan saya semua guru honorer di Sulteng dapat diterima masuk PPPK, tentunya lewat mekanisme yang sudah diatur oleh pusat,” kata Irwan, saat dihubungi Metro Sulawesi, Selasa, 24 November 2020.

Selain itu kata Irwan, sebelumnya juga pada kunjungan kerja Mendikbud RI, Nadiem Makarim, ke Kota Palu, Gubernur Sulteng juga membahas soal guru yang masuk di gugus terdepan di daerah 3T.

“Pak Gubernur menyarankan program itu jangan dilaksanakan dulu, karena memang menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan di daerah, sebab ada muncul kecemburuan kemudian penempatannya juga tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka miliki, ada status insinyur ditempatkan di SD, setelah mereka ingin sertifikasi itu tidak bisa ini tentunya rugi,” ujarnya.

Olehnya itu Irwan, sangat berharap kepada mitranya yakni Badan Kepegawaian Daera (BKD) untuk menangkap peluang-peluang yang dibuka oleh pemerintah pusat.

“Terutama untuk anak-anak kita yang sudah lama bekerja menjadi guru honorer di sekolah-sekolah, utamanya di bawah naungan saya pada jenjang SMA, SMK dan SLB,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi, mengaku sangat bersyukur bahwa Pemerintah Pusat melalui Kemendikbud RI, memberikan kesempatan pengangkatan guru honorer dalam format PPPK.

“Maka kami sudah menyiapkan data-data terkait guru honorer tersebut, dan sudah sebagian dikirimkan ke Kemendikbud karena sekarang mereka sudah terkoneksi secara sistem,” kata Ansyar.

Ansyar mengaku tidak jumlah pasti guru honorer di Palu. Namun, yang pastinya data-data guru honorer sudah dikirim ke pusat.

“Kemudian terkait Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk tenaga pendidik itu sudah berjalan, bahkan sekarang sudah sementara proses pencairan, bantuan itu menyasar guru-guru yang berhak menerima, karena ada beberapa kriteria yang ditentukan Kemendikbud terkait penerima BSU itu, bagi guru yang sudah menerima bantuan lain, tidak bisa lagi menerima BSU itu,” jelasnya.

Olehnya itu, kata Ansyar, bagi guru yang merasa tidak menerima silahkan cek, mungkin sudah menerima bantuan lain dari pemerintah. Sebab semua sekarang ini tersistem melalui aplikasi, tidak bisa diotak-atik.

“Jumlah dana yang terima guru honorer melalui BSU ini sebanyak Rp1,8 juta perorang. Kami berharap bantuan dana ini akan menutupi kebutuhan-kebutuhan yang selama ini terkendala akibat adanya Covid-19,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas